Kubu Raya Diselimuti Kabut Asap, Sabtu Malam Bupati Muda Tinjau Dua Lokasi Kebakaran Lahan

KBRN, Kubu Raya : Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan kembali meninjau kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat Sabtu (27/2/2021) petang, yang mana lahan yang terbakar terjadi di perumahan Bhayangkara Permai desa Sungai Raya Dalam (Serdam) kecamatan Sungai Raya. Untuk mengantisipasi api merembet ke perumahan warga, tampak petugas dari TNI/Polri bersama Manggala Agni, Basarnas, BPBD Kubu Raya, Satpol-PP Kubu Raya, Masyarakat Peduli Api (MPA) Serdam dan sebanyak 8 Pemadan Kebakaran (Damkar) swasta dari kabupaten Kubu Raya dan kota Pontianak berjibaku memadamkan api yang sudah mendekati perumahan warga.

Satu diantara petugas Damkar Redam 22 desa Limbung kecamatan Sungai Raya Andi mengatakan, pihaknya mendapatkan inforamsi dari warga telah terjadinya kebakaran lahan yang hampir mendekati perumahan warga sekira pukul 16.00 petang, dan pihaknya baru bisa meluncur ke lokasi sekira pukul 18.30 WIB bersama damkar lainnya usai membantu memadamkan api yang masih menyala di SMKN 1 Sungai Raya desa Kuala Dua kecamatan Sungai Raya.

“Berdasarkan info dari warga, api muncul di perumahan itu sejak sore hari namun karena kita juga fokus membantu memadamkan api di SMKN 1 Sungai Raya dan setelah menerima info dari warga, saya langsung mengsharenya ke teman-teman damkar lainnya. Usai shalat Maghrib saya bersama teman-teman damkar lainya baru bisa membantu memadamkan api di lokasi ini”, katanya di sela kesibukannya memadamkan api di komplek Bhayangkara Permai, Sabtu (27/2/2021) malam.

Andi menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan berapa hektar lahan yang terbakar karena pihaknya hanya fokus untuk memadamkan api yang sudah mendekati rumah warga. Setelah kurang lebih tiga jam berjibaku pihaknya bersama TNI/Polri, Manggala Agni dan BPBD Kubu Raya baru berhasil menjinakan api.

“Karena semakin tebalnya kabut asap, ada dua petugas damkar terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan ambulance akibar terlalu banyak menghirup kabut asap. Alhamdulillah, kita bersyukur, sampai pukul 22.30 WIB musibah ini tidak sampai menghanguskan rumah warga”, ujarnya.

Usai meninjau di komplek Bhayangkara Permai, Bupati Muda kembali meninjau kebakaran lahan di SMKN 1 Sungai Raya yang menghanguskan kantin sekolah dan ruang perpustakaan pada Sabtu (27/2/2021) siang. Saat tiba di lokasi pukul 23.00 malam, bupati langsung melihat puing bangunan sekolah yang terbakar.

Bupati juga tidak menyangka, karena kuatnya hembusan angin saat itu mengakibatkan dua bangunan di sekolah ini terbakar. Dirinya juga juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar untuk bersama-sama mencari solusi menyikapi musibah ini.

“Saya sangat terkejut saat mendengar ada sejumlah bangunan di sekolah ini yang terbakar. Untuk meminilasir musibah ini terjadi, kedepan tentunya kita juga akan kembali membuat sekat kanal di sejumlah titik lahan gambut untuk memudahkan petugas pemadam mendapatkan sumber air”, kata Bupati Muda Mahendrawan.

Muda Mahendrawan menjelaskan, saat ini luas total lahan gambut Kabupaten Kubu Raya 342.984 hektar yang terdiri dari gambut dangkal seluas 171.376 ha, gambut sedang seluas 38.954 ha, gambut dalam seluas 49.621 ha, dan gambut sangat dalam seluas 83.013 ha. Disaat musim panas, lahan gambut ini sangat mudah terbakar, sehingga perlu langkah tepat untuk mengatasinya.

“Kedepannya, kita juga meminta kepada pengembang perumahan agar setiap membangun perumahan terlebih dahulu mempersiapkan dan membuat sekat kanal untuk mengantisipasi kembali terjadinya kebakaran lahan gambut di pemukiman warga. Mengingat Kubu Raya memiliki lahan gambut terluas di Kalbar”, pintanya.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SMKN 1 Sungai Raya Anis menceritakan, terjadinya kebakaran lahan pada hari Jum’at (26/2/2021) sekitar 200 meter dari bangunan sekolah dan pada hari ini Sabtu kemarin sekira pukul 13.00 WIB titik api kembali muncul disebelah utara sekolah dan api mulai membesar dibelakang sekolah sampai menjalar ke ruangan kantin dan merambat ke ruangan perpustakaan dan beberapa ruangan kelas yang terbakar dan untuk kerugian atas peristiwa kebakaran ruang sekolah pihaknhya belum bisa memastikannya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Kapolres Kubu Raya AKBP Yani Permana, Dandim 1207/BS, Kolonel Infanteri Jajang Kurniawan, Tim Ops Regu 3, Karhutla Polres Kubu Raya, Tim Sar Sabhara Polda Kalbar, Satbrimob Polda Kalbar, Kodim 1207/BS, Manggala Agni Kubu Raya, Pemadam Swasta, Pemadam Kecamatan serta MPA kecamatan Rasau Jaya dan Sungai Raya yang berjibaku melakukan pemadaman”, ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kubu Raya Mokhtar mengatakan, lokasi kabakaran lahan di daerah ini sudah hampir menyeluruh di semua kecamatan, diantaranya Kubu, Teluk Pakedai, Batu Ampar dan yang paling banyak di kecamatan Sungai Raya. yang mana berdasarkan pantauan satelit yang diolah data Lapan titik api (hotspot) di Kubu Raya pada hari Sabtu (27/2/2021) pukul 07.00 pagi sempat mencapai 500 lebih dan dengan adanya proses pemadaman yang dilakukan di sejumlah wilayah, jumlahnya berkurang menjadi 324 hotspot pada Minggu (28/2/2021) pukul 00.12 dini hari.

“Untuk mengatasi dan meminilisir bertambahnya jumlah hotspot, kami bersama Manggala Agnid dan Damkar swasta membagi tugas kami, yang mana untuk Manggala Agni memfokuskan proses pemadaman di kecamatan Rasau Jaya, sedangkan kami bersama damkar lainnya memfokuskan di kecamatan Sungai Raya dan kecamatan Sungai Kakap”, ujarnya.

Mokhtar menjelaskan, setiap melakukan pemadaman, pihaknya mengaku kesulitan untuk mendapatkan sumber air, selain itu akses yang sempit untuk menuju ke lokasi juga menjadi kendala bagi pihaknya, mengingat mayoritas kebakaran lahan ini terjadi dekat dengan pemukiman warga, seperti di Bhayangkara Permai, Permata Khatulistiwa, Royal Recidence, Madu Sari dan perumahan lainnya.

“Untuk kebakran lahan di perumahan Permata Khatulistiwa, kita meminta pemadam swasta untuk memblokirnya agar tidak merembet ke mushallah. Untuk di perumahan Madu Sari, terdapat lima hektar lahan yang terbakar. Kami juga belum bisa memprediksi berapa jumlah seluruh lahan yang telah terbakar di Kubu Raya ini, karena hotspot yang ada ini tersebar hampir di seluruh kecamatan”. Paparnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00