Gubernur Kalbar Tetapkan Status Siaga Darurat Asap

KBRN, Pontianak ; Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat selama sebulan terakhir menyebabkan kabut tipis mulai menyelimuti beberapa kabupaten/kota.  Kondisi ini semakin diperparah dengan rendahnya curah hujan akibat musim kemarau yang melanda Kalbar sehingga titik panas (hotspot) mulai bermunculan dan cakupan lahan yang terbakar pun kian meluas.  Untuk itu Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat menetapkan status siaga darurat bencana kabut asap.

Penetapan status siaga ini ditetapkan Gubernur Kalbar, Sutarmidji dalam rapat koordinasi kebakaran hutan dan lahan yang dihadiri seluruh Bupati/Wali Kota Se-Kalbar di Hotel Mercure, Kamis (25/2). Selain itu, penetapan status tersebut juga telah tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur tentang siaga darurat asap.

“Sejauh ini baru Kabupaten Sanggau dan Ketapang yang sudah menetapkan status siaga darurat asap. Setelah adanya eskalasi karhutla dan dua kabupaten menetapkan status siaga darurat asap, Pemerintah Propinsi Kalbar baru  bisa menetapkan siaga darurat di seluruh daerah”, ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta tiga kabupaten/kota lainnya seperti Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Mempawah segera menetapkan status siaga darurat asap pasalnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut hingga kini masih terus terjadi.

Sementara itu, menindaklanjuti imbauan dari Gubernur Kalbar, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memastikan pihaknya akan menetapkan status siaga darurat asap segera setelah SK Wali Kota keluar. Bahkan saat ini Pemerintah Kota Pontianak tengah membentuk tim satgas pencegahan dan penanggulangan karhutla yang melibatkan TNI/Polri, Damkar swasta, hingga masyarakat di tingkat RT/RW

“Tugas Tim Satgas itu nantinya memonitor kawasan lahan gambut yang rentan terjadi kebakaran serta melakukan patrol memantau titik-titik lokasi lahan gambut. Kalaun ini bisa diterapkan maka pencegahan jauh lebih maksimal sehingga karhutla dapat diantisipasi sejak dini”, terangnya.

Setelah status siaga darurat asap akibat kebakaran hutan dan lahan dikeluarkan Pemerintah Propinsi Kalbar dipastikan bisa melakukan pemadaman api di lokasi titik panas (hotspot) dengan berbagai cara seperti meminta bantuan helikopter untuk membuat hujan buatan agar pemadaman lebih cepat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00