FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Ungkap Dampak Negatif Karhutla, Bupati Karolin Kumpulkan Semua Stakeholder

KBRN, Pontianak : Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan isu serius dan menjadi perhatian utama pemerintah pusat. Hal itu dikarenakan, dampak yang terjadi sangat merugikan. 

“Prinsipnya aturan mainnya masih sama sesuai yang dengan arahan presiden saat Kami mengikuti pengarahan presiden tentang pengendalian kebakaran hutan dan lahan tahun 2021 kemarin  secara virtual. Makanya Kita langsung melakukan rapat koordinasi ini secepat mungkin agar dapat melakukan pencegahan secara dini, karena dampak dari asap dapat membahayakan manusia dan berdampak juga pada kerugian ekonomi,” ucapnya saat rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2021 di wilayah Kabupaten Landak, Rabu (24/02/2021) 

Bupati Karolin meminta kepada camat dan kepala desa agar melalukan koordinasi dengan polsek dan koramil serta OPD terkait dalam melakukan pencegahan karhutla, seraya memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait hal tersebut.

“Saya sudah mengeluarkan Surat Edaran Bupati Landak Nomor : 660.1/113 DLH-E/II/2021 tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu camat dan kades agar kembali mengingatkan masyarakat dan meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi karhutla, jangan sampai tidak terkendali dan memakan sampai lahan yang cukup luas serta menarik perhatian Nasional maupun Internasional,” terang Karolin.

Sementara itu, Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro menjadikan rapat ini untuk menyamakan persepsi, terutama dalam pengendalian karhutla di Kabupaten Landak. Berdasarkan aplikasi Lancang Kuning dari kepolisian untuk titik hot spot Kabupaten Landak di tahun 2020 sebanyak 3099 titik hot spot dalam kurun waktu satu tahun.

“Ada 3.099 titik hot spot Kabupaten Landak tahun 2020 yang terdiri dari 59 titik hot spot dengan tingkat kepercayaan rendah atau hijau, kemudian 2.934 titik hot spot dengan tingkat kepercayaan sedang atau kuning, dan 106 titik hot spot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau merah. Namun untuk tahun 2020 saat ini berdasarkan dari pantauan Lapan Fire Hotspot ada 16 titik hot spot dengan tingkat kepercayaan sedang atau kuning,” papar Ade Kuncoro.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00