FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Bupati Sambas Beberkan Upaya Stop PMI Ilegal ke Malaysia

KBRN, Pontianak : Kabupaten Sambas menjadi daerah yang tercatat paling banyak mengirim warganya menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia. Ironisnya, PMI itu kemudian dideportasi oleh pemerintah Malaysia karena banyak yang melakukan pelanggaran hukum. 

Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengajak warganya untuk mengikuti aturan jika ingin bekerja ke luar negeri. Selain itu, harus juga ada perubahan pola pikir sehingga, masyarakat tidak terus bergantung menjadi PMI untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.

“Peran dari kepala desa menjadi sangat penting. Agar warga yang bekerja di Sarawak, itu bisa datang bekerja dengan cara yang resmi. Ini penting. Kita berupaya bagaimana semua warga yang berminat menjadi PMI, harus melewati pihak berwenang di Kabupaten Sambas dan mengurus dokumen,” ujar Atbah, Rabu (24/02/2021).

“Yang paling penting, kepala desa bisa memiliki data PMI yang bekerja di luar negeri, seperti perusahaan tempat kerja, majikan dan alamatnya. Jadi kalau ada apa-apa, kepala desa bisa cepat mendapat informasi,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Sambas kata Atbah, sebenarnya juga sudah melakukan sejumlah upaya terutama dengan pihak swasta untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Harapannya, dapat menekan keinginan merantau ke negeri Jiran menjadi PMI, apalagi yang tidak sesuai prosedur.

“Informasi pentingnya bekerja di luar negeri dengan dokumen resmi kita lakukan. Kita juga melibatkan pihak perusahaan, agar mereka ikut mensosialisasikan hal ini,” tutup Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00