Pemkab Kubu Raya Percepat Pemekaran Tiga Kecamatan, Bupati Muda : Kita Targetkan Tahun ini Terealisasi

KBRN, Kubu Raya : Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) terus berusaha mempercepat pemekaran tiga kecamatan diantaranya Kecamatan Sungai Raya, Teluk Pakedai dan Kecamatan Batu Ampar, mengingat wacana pemekaran ini sudah dimulai sejak tahun 2018 lalu. 

Kecamatan Sungai Raya akan dimekarkan menjadi Kecamatan Kumpai Raya, Kecamatan Batu Ampar dimekarkan menjadi Kecamatan Padang Tikar dan Sebagian Kecamatan Kubu dan Kecamatan Teluk Pakedai yang akan dimekarkan menjadi satu kecamatan yakni Kecamatan Kerta Mulia.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menargetkan, proses pemekaran tiga kecamatan di kabupaten termuda di Kalbar ini bisa terealisasi tahun 2021, mengingat saat ini Asisten I bagian pemerintahan dan Dinas Pemdes sedang memproses semua persyaratannya.

“Jika semua prosesnya sudah selesai dilakukan, maka kita targetkan tahun ini bisa terealisasi, karena Peraturan Daerah (Perda) nya sudah kita masukan ke dalam Program Legeslasi Daerah (Prolegda) tahun 2021”, katanya usai mengikuti sosialisasi Project Peat-Impact di aula kantor bupati, Rabu (27/1/2021).

Bupati menilai, tentu desa-desa di Kecamatan Sungai Raya sebagai ibukota kabupaten sudah layak untuk dimekarkan, karena jumlah penduduknya sudah mencapai 235 ribu jiwa. Kondisi ini sangat rentan jika tidak dimekarkan dan persyaratannya baru bisa terpenuhi tahun 2021 ini.   

“Proses pemekaran kecamatan Sungai Raya ini sudah diwacanakan sejak tahun 2006 lalu dan harus terpaksa ditunda karena kita harus lebih mementingkan yang lebih besar yaitu pemekaran Kabupaten Kubu Raya dari Kabupaten Mempawah tahun 2007 dan semua ini dilalui dengan proses negosiasi yang sangat panjang”, kenang bupati.

Bupati menjelaskan, jika pada waktu itu kecamatan Sungai Raya lebih dulu dimekarkan, tentunya pemekaran Kabupaten Kubu Raya akan tertunda. Sehingga kepala desa maupun pegawai kecamatan harus mengalah demi terbentuknya Kabupaten termuda di Kalbar ini.

“Jadi Kubu Raya dulu yang dimekarkan waktu itu, karena hal ini menyangkut hajat hidup orang yang beerada di sembilan kecamatan, maka tertundalah pemekaran kecamatan Sungai Raya itu. Gara-gara tertundanya pemekaran Kecamatan Sungai Raya, dalam perjalannya syarat pemekaran ada penambahan jumlah desa, yang mana 10 desa untuk kecamatan induk dan 10 desa lainnya untuk kecamatan baru, kondisi ini membuat kita harus menunggu pemekaran desa. Namun Alhamdulillah, saat ini jumlah desa yang menjadi syarat sudah terpenuhi”, ujarnya.    

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam mengatakan, proses pemkeran tiga kecamatan ini sudah lama diwacanakan, bahkan untuk pemekaran Kecamatan Sungai Raya sudah diwacanakan dan syarat administrasinya sudah lengkap sejak tahun 2006 lalu sebelum Kubu Raya di mekarkan dari Kabupaten Mempawah tahun 2007 dan semua itu tentunya harus melalui proses yang panjang.

“Kemudian pada tahun 2018, pemkab Kubu Raya mendorong pemakaran tiga kecamatan itu, namun ada beberapa persyartan yang perlu kami siapkan lagi. Untuk tahun 2021 ini melalui inisiatif DPRD proses pemekaran ini diajukan kembali melalui Program Legeslasi Daerah (Prolegda) dan hari ini juga kita akan menggelar rapat kerja bersama DPRD untuk membahas teknis selanjutnya”, katanya. 

Sekda menuturkan, terkait item persyaratannya, baik dari persyaratan dasar, administrasi dan teknisnya, yang mana sejak tahun 2018 hingga 2020 lalu tentunya banyak perubahan yang terjadi. Kemudian adanya rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Kalbar yang perlu dipersiapkan data-datanya.

“Mungkin waktu pertama wacana pemekaran, sejumlah tim pemekaran yang di dalamnya ada kepala desa yang sudah berganti, tentu hal ini yang kembali akan kita lengkapi, sesuaikan datanya dan kita selesaikan prosesnya”, tuturnya.

Sesuai arahan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Mantan Kepala BPKAD Kubu Raya itu menambahkan, pihaknya diminta untuk mempersiapkan segala sesuatunya sesegara mungkin, sehingga proses pemekaran tiga kecamatan ini bisa secepatnya terealisasi.    

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00