Posko Kemanusiaan Distribusikan Bantun Terdampak Bencana

KBRN, Kubu Raya : Posko Kemanusiaan yang terhimpun dari Pecinta Alam dan berbagai Komunitas se Kalimantan Barat mulai mendistribusikan bantuan berupa sembako dan pakaian serta buku bacaan pada beberapa titik wilayah di Kalimantan Barat yakni, Kabupaten Bengkayang wilayah pesisir dan kepulauan, Kabupaten Sambas Kecamatan Sejangkung dan Kabupaten Kubu Raya Kecamatan Kuala Mandor B Desa Kuala Mandor A, Sabtu (23/1).

Koordinator Lapangan, Muhammad Khairul Fikri mengatakan, pendistribusian dikumpulkan dari hasil penggalangan dana, berupa pakaian layak pakai dan buku bacaan yang dilakukan Pecinta Alam dan berbagai komunitas yang tergabung. 

“Ada yang menggalang di beberapa perempatan lampu merah, ada juga yang mengamen di ibu kota serta penggalangan dana di beberapa kabupaten termasuk Sanggau, Sekadau dan Ketapang,” ungkap Fikri sebelum berangkat ke Sambas bersama rombogan kemarin.

Ia mengatakan, antusias masyarakat di Kota Pontianak dan sekitarnya memiliki kepedulian yang cukup tinggi dengan menyisihkan sedikit rejeki kepada warga yang membutuhkan dan terdampak bencana. 

Sejak dimulai penggalangan pada 18 Januari 2021, Fikri menambahkan, awalnya posko ini dibentuk karena kepedulian para pecinta Alam dan Komunitas dengan kondisi bencana yang menimpa di beberapa wilayah Kalbar. Ada yang terdampak karena gelombang laut, ada juga yang terdampak curah hujan tinggi. 

Ketua Mapala Enggang Gading IAIN Pontianak ini menjelaskan atas dasar itulah beberapa perwakilan ingin bergerak secara bersama dan terkoordinir pada beberapa titik dan dipusatkan di kampus IAIN Pontianak sebagai markas Posko Kemanusiaan. 

“Salut buat semangat kawan-kawan siang dan malam melakukan penggalangan dana. Khususnya para donatur baik yang berpartisipasi pada saat posko kemanusiaan bergerak maupun yang datang langsung ke posko mengantarkan donasi maupun sumbangan dalam bentuk barang. Semoga dengan berbagi ini kita bisa meringankan beban saudara kita yang terdampak musibah,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Della Angel selaku bendahara, setiap hari dirinya harus mengupdate informasi donasi yang terkumpul, kemudian sebelum didistribusikan dirinya harus membelanjakan uang yang terkumpul. 

“Tentu yang utama kita distribusikan adalah kebutuhan pokok berupa sembako yang dibelanjakan dari uang donasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPD Forum Mountain Indonesia Kalbar, Baruni menilai empati yang dirasakan oleh berbagai elemen pecinta alam dan komunitas yang melebur dalam posko kemanusiaan di IAIN Pontianak ini merupakan kepedulian terhadap dampak bencana alam yang terjadi hampir secara serentak. 

Alumni Universitas Muhammadiyah ini menilai sudah saatnya kepedulian terhadap lingkungan harus diperhatikan dan dilakukan mulai dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Di sisi lain, ia menginginkan beberapa titik di kawasan yang terpapar bencana mesti dilakukan pembinaan untuk membangun kawasan earli warning system (EWS) atau peringatan dini terhadap bencana. 

“Ada beberapa jenis bencana alam yang sering terjadi di Kalimantan Barat, seperti kebakaran hutan dan lahan untuk kawasan gambut, banjir, gelombang tinggi di kawasan pesisir, angina kencang maupun longsor,” bebernya.

Jika EWS sudah kita bangun pada komunitas-komunitas yang ada di wilayah terpapar rencana, selanjutnya mesti dilakukan pemetaan hingga rencana tindakan yang akan dilakukan. 

“Komunitas EWS ini nantinya yang menjadi pusat informasi terhadap bencana yang terjadi, kemudian dari pembekalan yang dimiliki, tindakan yang akan dilakukan sudah diinventarisir,” ujarnya.

Terpisah, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan saat dikonfirmasi terkait aksi ini mengapresiasi gerakan yang dilakukan para pecinta alam dan komunitas terhadap korban terdampak bencana. 

“Kita mengapresiasi penggalangan yang dilakukan terlebih penggalangan ini dilakukan oleh para pemuda dan mahasiswa. Kepong bakol bersama-sama menghimpun donasi dan mendistribusikannya. Kalau semua bergerak bersama kerjaan yang berat pun jadi mudah,” tutur Muda. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00