FOKUS: #SRIWIJAYA AIR

Jenazah M. Nur Khalifatul Amin Dikebumikan Disamping Makam Agus Minarni di Desa Sengkubang

KBRN, Mempawah : Tepat pukul 09.00 iringan mobil pembawa jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ-182 M. Nur Khalifatul Amin tiba di rumah duka di kampus I komplek Pondok Pesantren (Pon-Pes) Darussalam Desa Sengkubang Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat (Kalbar).

Kedatangan jenazah M. Nur Khalifatul Amin langsung disambut Wakil Bupati Mempawah H. Muhammad Pagi bersama Kapolres Mempawah AKBP Fauzan Sukmawansyah dan keluarga almarhum serta ratusan alumni dan santriwati yang sudah menunggu sejak pukul 08.00 WIB di depan kampus I Pon-Pes Darussalam. 

Tidak hanya ratusan alumni dan santri Pon-Pes Darussalam, sejumlah kerabat dan rekan kerja almarhum tampak turut mengiri jenazah pamong Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Mempawah di tempat peristirahatan terakhirnya di samping makam istrinya almarhumah Agus Minarni yang juga korban Sriwijaya Air SJ-182 dan telah dimakamkan Sabtu (16/1/2021) di pemakaman keluarga komplek Pondok Pesantren yang berdiri sejak tahun 1992. 

Sebelum dimakamkan, Jenazah ustad yang mengajar di Pondok Pesantren Darussalam sejak tahun 1995 itu dishalatkan terlebih dahulu di Masjid Rayyana Kampus II Pondok Pesantren Darussalam yang dipimpin abang ipar almarhum ustad Yusdiansyah Yunus. 

Anak kandung almarhum Muhammad Agus Nur Fauzan mengucapkan terima kasih kepada pelayat yang meringankan langkahnya untuk menshalatkan dan mengantarkan jenazah orang tuanya di pemakaman keluarga Desa Sengkubang. 

"Saya mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Darussalam mengharapkan khususnya kepada alumni Pondok Pesantren Darussalam jika selama abah (almarhum) mengajar antum (kalian) ada kesalahan kata maupun perbuatan mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya", kata anak kandung almarhum ustadz M. Khalifatul Amin usai menshalatkan jenazah abahnya di masjid Rayyana Kampus II Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang. 

Di tempat yang sama Wakil Bupati Mempawah Muhammad Pagi mengatakan, dalam musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu, pemerintah daerah telah menyerahkan bantuan kepada ahli waris (dua anak korban) berupa sembako dan uang tunai masing-masing Rp.10 juta. 

"Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Mempawah menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga korban. Kami dari Pemkab Mempawah memfasilitasi kepulangan dua jenazah warga kami ke rumah duka di desa Sengkubang", ujarnya.

Sementara itu, satu dianatara alumni Pon-Pes Darussalam angkatan 2003 Muhammad Ihsan mengenang sosok almarhum merupakan ustadz yang selalu memberikan teladan kepada santrinya dan almarhum terlebih dahulu melakukan sesuatu, sebelum hal itu disampaikannya kepada santri. 

"Bagi saya pribadi, selama almarhum mengajar saya waktu masih duduk di Madrasah Tsanawiyah (1998) almarhum orangnya murah senyum, tabah dan sabar saat mengajar kami", kenangnya. 

Almarhum M. Nur Khalifatul Amin bersama istri almarhumah Agus Minarni merupakan satu diantara 20 penumpang asal Kalimantan Barat yang menjadi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu 9 Januari 2021.

Jenazah M. Nur Khalifatul Amin teridentifikasi Jum'at (22/1/2021) pukul 14.30 WIB, setelah anak kandung almarhum Muhammad Agus Nur Fauzan di hubungi tim DVI Mabes Polri via telfon. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00