FOKUS: #SRIWIJAYA AIR

Disambut Isak Tangis dan Shalawat, Jenazah Agus Minarni Dikebumikan di Desa Sengkubang

KBRN, Mempawah : Kedatangan jenazah korban Sriwijaya Air SJ-182 Hj. Agus Minarni, S.Ag binti H.M. Yunus Nazam yang tiba tepat pukul 17.50 wiba (menjelang azan Magrib) di rumah duka Desa Sengkubang Komplek Pondok Pesantren Darussalam Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (16/1/2021) sore, disambut isak tangis dari keluarga dan shalawat Nabi Muhammad Saw dari ratusan pelayat, alumni dan santri Pondok Pesantren Darussalam yang sudah menunggu sejak siang hari. 

Suasana haru semakin terasa ketika abang kandung Agus Minarni, H. Yusdiansyah Yunus tidak sanggup melihat peti jenazah sang adik saat dikeluarkan dari mobil ambulance, sehingga tidak sadarkan diri dan harus dibopong oleh keluarga ke rumah duka. 

Penjemputan jenazah Agus Minarni dari Kota Pontianak ke Desa Sengkubang difasilitasi Pemda Mempawah dengan mobil Patwal Dinas Perhubungan dan mobil ambulance Dinas Kesehatan serta dibantu Basarnas.

Sebelumnya, kabar kedatangan jenazah Agus Minarni di desa Sengkubang sudah mulai beredar melalui pesan singkat dari abang kandung almarhumah Agus Minarni ustadz Yusdiansyah Yunus yang selanjutnya diteruskan secara berantai oleh para alumni di media sosial facebook Reuni Online Darussalam Sengkubang dan sejumlah group WhatsApp alumni Pon-Pes Darussalam Jum'at (15/1/2021) sore. 

Agus Minarni bersama suami M. Nur Khalifatul Amin merupakan penumpang jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu 9 Januari 2021. 

Puluhan karangan bunga tampak menghiasi pintu masuk Kampus 1 Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang. Mengingat, sebelum mengajar pendidikan agama di SMAN 1 Mempawah, Agus Minarni pernah mengabdikan diri di Pondok Pesantren Darussalam selama belasan tahun. 

Proses pemakaman jenazah Agus Minarni dilakukan pukul 20.15 wiba di pemakaman keluarga di Desa Sengkubang. Tampak anak sulung Agus Minarni, Muhammad Agus Nur Fauzan bersama pelayat membantu memasukan jenazah ke liang lahat.

Sebelum dikebumikan, jenazah Agus Minarni dishalatkan terlebih dahulu usai melaksanakan shalat Isya berjama'ah di Masjid Rayyana Kampus II Pondok Pesantren Darussalam yang dipimpin pengasuh Pon-Pes Darussalam K.H Tusirana Rasyid dan diikuti Wakil Bupati Mempawah Muhammad Pagi bersama ratusan santri dan alumni Pondok. 

Tampak hadir dalam proses pemakaman, District Manager Sriwijaya Air Faisal Rahman, pejabat Pemda Mempawah dan Forkopimda Kabupaten Mempawah. 

Anak sulung almarhumah Agus Minarni dan almarhum M. Nur Khalifatul Amin, Muhammad Agus Nur Fauzan mengucapkan terima kasih kepada semua jema'ah yang ikhlas menunggu kedatangan jenazah dan menshalatkan orang tuanya. 

"Saya mewakili adik saya Muhammad Agus Nur Hafidz dan keluarga besar Pondok Pesantren Darussalam mohon dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya untuk mama dan abah saya. Jika selama perjalanan hidup almarhum dan almarhumah punya salah kata dan perbuatan", kata mahasiswa semester akhir Universitas Djuanda (Unida) Bogor. 

Sementara itu, satu diantara alumni Pon-Pes Darussalam Abdul Basith mengenang sosok ustadzah Agus Minarni merupakan wanita yang periang dan penyayang selama mengajar di Pondok serta aktif sebagai pembina pramuka. 

"Selain sebagai santri, saya juga merupakan bagian dari keluarga ustadzah Agus Minarni, karena almarhumah merupakan keluarga dari almarhum Abdullah Ali (abah) saya. Yang mana selama mendidik kami, almarhumah selalu memberikan kasih sayang yang sama dengan santri yang lainnya saat saya masih menimba ilmu di Pondok ini", ujar alumni Pon-Pes Darussalam angkatan 2004.

Proses kedatangan jenazah korban Sriwijaya Air SJ-182 Agus Minarni dimulai diberangkatkan dari Jakarta pukul 14.30 wibamenggunakan pesawat Sriwijaya Air SJ-186 dan tiba di Pontianak pukul 15.30 wiba. Selanjutnya pukul 16.00 wiba jenazah diserahkan ke ahli waris oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji dan diterima Wakil Bupati Mempawah H. Muhammad Pagi, S.H.I. MM mewakili keluarga almarhumah. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00