FOKUS: #SRIWIJAYA AIR

Atasi Banjir Rob dengan Ring Kanal Butuh Biaya Besar, KSP Pontianak Usulkan Hal Ini

KBRN, Pontianak : Komunitas Kreasi Sungai Putat (KSP) Pontianak mendorong adanya kajian matang dan kerjasama pemerintah daerah untuk mengatasi banjir rob yang kerap terjadi di Kota Pontianak dan sekitarnya, saat pasang air laut. Kerjasama pemerintah daerah perlu dilakukan, menyusul adanya wacana pembangunan ring kanal yang melintasi Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah.

“Kota Pontianak ini berbatasan langsung dengan dua kabupaten, yaitu Kubu Raya dan Mempawah. Mereka (tiga daerah) harus bersepakat. Harus dilakukan kajian matang. Karena kalau kita melihat secara fungsi, karakteristik airnya itu mengalir ke sungai Kapuas. Itu harus dipastikan, agar bisa tertahan dan tetap mengalir. Kalau tidak (mengalir) itu akan menjadi bencana besar,” kata Ketua KSP Pontianak Syamhudi, Sabtu (16/01/2021).

Menurutnya, wacana pembangunan ring kanal untuk mencegah banjir rob di Kota Pontianak adalah satu diantara usulan dari pemerhati lingkungan. Namun hal tersebut, memang tidak mudah karena membutuhkan biaya yang besar.

Karena itu, KSP Pontianak kata Syamhudi, mendorong adanya kesepahaman semua pihak termasuk masyarakat, untuk mengembalikan lagi fungsi alam sebagaimana mestinya. Dari pada membangun ring kanal yang belum tentu bisa diwujudkan dan banyak juga resiko yang ditimbulkan.

“Soal biaya makan anggaran yang luar biasa, itu besar sekali. Maka kami lebih cenderung mendorong fungsi alam dikembalikan, itu menekan kost yang dikeluarkan, walaupun memang, tidak secara langsung kita rasakan manfaatnya saat itu,” ujarnya.

“Tiga daerah ini harus bersepakat dibatas daerah itu harus menjadi Kawasan lindung, tidak boleh dilakukan aktifitas apapun. Selain menghutankan Kembali, menanam pohon untuk menjadi ring kanal alamiahnya,” tambah Syamhudi.

Selain itu, agar banjir rob tidak menjadi persoalan berkelanjutan dan berdampak pada masyarakat secara luas, KSP Pontianak juga mengusulkan agar kedepan, bangunan di daerah ini dikembalikan rancangannya seperti semula, dengan model rumah panggung.

“Saya lebih cenderung mempertahankan kecment area (area tangkapan) Kota Pontianak dan paritnya itu harus dipertahankan Karena Pontianak ini dilingkari oleh Kawasan gambut. Itu salah satu penyebab, alih fungsi lahan gambut ke permukiman atau kawasan industri dan pembangunan jalan, fungsi ring kanal tidak optimal juga nantinya,” jelas Syamhudi.

Sebelumnya, Kasi Pencegahan Bencana BPBD Provinsi Kalbar Edi Susanto mengungkapkan, jika ada wacana Bersama yang akan dibuat Pemkot Pontianak dan Pemkab Kubu Raya mengatasi banjir rob. Satu diantaranya, membangun ring kanal. Sehingga saat air laut pasang, ada kanal penampung yang kemudian mengalirkan air tersebut ke sungai.

“Rencana pernah mau dibangun kanal ring. Ini salah satu solusi Pontianak dan Kubu Raya supaya tidak tergenang. Ini mengadopsi dari Belanda. Rencana besar, pihak ketiga dan tim ahlinya rencana juga dari Belanda. Tapi karena Covid, jadi sepertinya terganjal,” katanya saat Dialog Interaktif di RRI Pontianak, Jumat (15/01/2021).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00