FOKUS: #SRIWIJAYA AIR

Identifikasi Penumpang Diketahui, Keluarga Besar Pon-Pes Darussalam dan Wabup Mempawah Gelar Shalat Ghaib

KBRN, Mempawah : Setelah ditemukan dan diidentifikasinya dua jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ-182 atas nama ustadz M. Nur Khalifatul Amin dan ustadzah Agus Minarni serta penumpang lainnya, Pimpinan dan Pengurus Pondok Pesantren (Pon-Pes) Darussalam serta Wakil Bupati Mempawah H. Muhammad Pagi, S.H.I., M.M bersama warga Desa Sengkubang Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat menggelar shalat ghaib di masjid Aminuddin Sengkubang, Selasa (12/1/2021) sore.

Shalat ghaib dilakukan usai dilaksanakannya shalat ashar secara berjama'ah yang dipimpin abang kandung ustadzah Agus Minarni, ustadz Yusdiansyah Yunus yang juga diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah H. Ismail, Kodim 1201/Mph, Kantor Kementrian Agama, dan sejumlah alumni Pon-Pes Darussalam dari berbagai angkatan. 

Yusdiansyah mengatakan, shalat ghaib ini sebenarnya sudah direncanakan pada hari pertama jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang akan dilakukan hari ini. pihak keluarga telah menerima informasi telah ditemukannya sebagian jasad adik dan iparnya dari Jakarta hari ini pukul 13.00 wiba dan pihak keluarga juga masih menunggu press release dari Crisis Center Sriwijaya Air SJ-182 Bandara Internasional Supadio. 

"Pemberitauan penemuan jenazah keluarga kami ini berdasarkan hasil identifikasi dan tes DNA ante mortem yang dilakukan tim DVI Biddokes Polda Kalbar kepada saya untuk adik saya ustadzah Agus Minarni dan Pusat Labororium Kesehatan (Puslabkes) RS Polri Kramatjati, melakukan tes DNA terhadap kedua anak dari penumpang ustadz M. Nur Khalifatul Amin pada hari Minggu, (10/1/2021)", kata abang kandung Agus Minarni Yusdiansyah Yunus usai menggelar shalat ghaib di masjid Aminuddin Desa Sengkubang, Selasa (12/1/2021).

Pria yang akrab disapa ustadz Yan ini menjelaskan, jika semua temuan dan identifikasi sudah dilakukan terhadap korban Agus Minarni dan M. Nur Khalifatul Amin, maka pihak keluarga akan langsung berangkat ke Laboratorium DNA, Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Jalan Cipinang Baru, Jakarta Timur.

"Saat ini paman saya ustadz Burhan sudah berangkat ke Jakarta sejak hari Minggu kemarin untuk melihat perkembangan terkini penemuan jenazah di information center Sriwijaya Air pusat", ujarnya. 

Dirinya menuturkan, jika jasad almarhum M. Nur Khalifatul Amin dan almarhumah Agus Minarni sudah ditemukan, pihak keluarga dan Pondok Pesantren meminta agar bisa dipulangkan ke rumah duka di komplek Pondok Pesantren Darussalam desa Sengkubang.

"Jika kedua jenazah adik kami sudah dipulangkan, maka kami akan kembali menggelar shalat jenazah dan dikebumikan di sini", ujarnya. 

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Tusirana Rasyid mengatakan, almarhum ustadz Khalif dan ustadzah Agus Minarni merupakan teman seperjuangannya membangun Pondok Pesantren Darussalam ini dan sampai akhir hayatnya almarhum tetap istiqomah menjaga dan membesarkan Pondok Pesantren ini. 

"Kami mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Darussalam mohon dibukakan pintu buat almarhum ustadz Khalif dan almarhumah ustadzah Agus Minarni jika selama hidupnya ada kata maupun sikap yang salah", ucapnya dihadapan jama'ah shalat ghaib. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun RRI Pontianak, sejumlah alumni dari berbagai angkatan dan santri Pondok Pesantren Darussalam yang saat ini sedang libur sekolah juga akan menggelar shalat ghaib di rumah mereka masing-masing untuk ustadz dan ustadzah mereka yang dikenal baik dan penyayang. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00