Pemkab Kubu Raya Salurkan Dua Ton Beras di Empat Desa Terendam Banjir

KBRN, Kubu Raya : Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan dua ton beras kepada warga terdampak banjir di sejumlah desa di Kecamatan Sungai Ambawang.

Penyaluran bantuan ini diserahkan Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH didampingi Kepala BPBD Drs. Mokhtar dan Kepala Dinas Kesehatan Marijan, S. Pd, M. Kes kepada Camat Sungai Ambawang Drs. Satuki di Kantor Camat Sungai Ambawang, Sabtu (27/11/2020) sore.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, Pemkab Kubu Raya secara bertahap akan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah di daerah ini karena musibah banjir ini sering terjadi setiap tahunnya di desa-desa di Kubu Raya. 

"Untuk hari ini kita salurkan dua ton beras bagi warga di empat desa di Kecamatan Sungai Ambawang yang terdampak banjir. Sampai saat ini proses pendataan masih terus berlangsung, untuk mengetahui daerah mana saja yang terdampak banjir sehingga memudahkan kita untuk memberikan bantuan selanjutnya", kata Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan usai menyerahkan bantuan dua ton beras ke Camat Sungai Ambawang, Satuki di Kantor Camat Sungai Ambawang, Sabtu (28/11/2020) sore. 

Bupati menuturkan, dengan melihat tingginya curah hujan yang terjadi saat ini, tidak menuntut kemungkinan ada daerah lainnya juga di Kabupaten itu yang terdampak banjir. Banjir yang menggenangi rumah warga kali ini ada yang di desa dan ada juga dusun. Untuk itu pihaknya akan terus mendata semua ini.

"Penyaluran bantuan ini kita utamakan bagi daerah-daerah yang terparah terendam air. Namun prinsip utamanya ialah kesehatan, yang mana Dinas Kesehatan Kubu Raya melalui petugas kesehatan yang ada di masing-masing desa baik di Puskesmas, Pustu maupun Polindes juga sudah bergerak dan turun ke lokasi sejak terjadinya banjir beberapa waktu lalu”, ujarnya.

Orang nomor satu di Kubu Raya mengapresiasi TNI/Polri yang juga turut membantu warga dan kelancaran arus lintas di sejumlah wilayah banjir. Kondisi ini banjir ini diakui Muda dikarenakan tingginya intensitas curah hujan yang terjadi dalam bebarapa hari terakhir ini dan ini merupakan fenomena alam, tentunya kondisi ini hampir semua daerah juga mengalami situasi yang sama mengalami air pasang.

“Untuk saat ini kita akan lakukan upaya-upaya guna meminimalisir terjadinya musibah banjir. Mengingat wilayah Kabupaten termuda di Kalbar itu sangat luas, tentunya kita perlu lakukan pemetaan wilayah mana saja yang sering terjadi banjir setiap tahunnya”, ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala BPBD Kubu Raya Mokhtar mengatakan, berdasarkan pentauan dari timnya di sejumlah wilayah di Kecamatan Sungai Ambawang, terdapat empat desa yang terdampak banjir, diantaranya, Desa Pancaroba, Pasak Piang, Lingga dan Desa Teluk Bakung.

“Berdasarkan data yang ada sampai saat ini, terdapat dua ribu lebih Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terendam banjir. Jumlah ini tersebar di empat desa diantaranya, Desa Pancaroba 1.209 KK, Desa Teluk Bakung 871 KK, Desa Pasak Piang 27 KK, sementara untuk Desa Lingga air membanjiri satu dusun yang tersebar di tujuh RT”, kata Mokhtar.

Mokhtar menjelaskan, sampai saat ini pihaknya terus memantau potensi banjir di Kecamatan Sungai Ambawang dan Kecamatan Kuala Mandor B. Untuk di Kecamatan Sungai Ambawang, pihaknya langsung terun ke empat desa yang terendam banjir. Di Desa Pasak Piang pihaknya turun sampai ke Dusun Kalimantan, di Desa Pancaroba langsung ke Desa Teluk Bakung masuk ke lokasi banjir di Dusun Re es yang merupakan wilayah terparah terendam banjir.

“Selain di Kecamatan Sungai Ambawang, kami juga melakukan pemantauan di sejumlah desa di Kecamatan Kuala Mandor B, diantaranya Desa Sungai Enau, Kubu Padi dan Desa Retok. Diantara ke tiga desa ini, ada satu dusun di Desa Retok yang terendam banjir cukup parah yaitu Dusun Memperindang. Setiap melakukan peninjauan ke lapangan, kami selalu melaporkan kondisi dan situasi terkini sejumlah wilayah yang terendam banjir ini ke pak Bupati, sehingga pak Bupati bisa langsung mendata dan menyalurkan bantuan untuk warga yang terdampak banjir ini”, paparnya.

Sementara itu, Camat Sungai Ambawang, Satuki mengatakan, minimnya armada yang dimiliki, membuat pihaknya kesulitan untuk menyalurkan bantuan beras ini ke desa-desa terdampak banjir. Untuk itu, pihaknya malam ini langsung mengumpulkan ke empat Kepala Desa yang wilayahnya terendam banjir untuk mengambil langsung bantuan beras di Kantor Camat Sungai Ambawang.

“Selain merendam rumah warga, banjir juga merendam fasilitas umum lainnya, seperti sekolah dan rumah ibadah dan ketinggian air di masing-masing desa juga bervariasi antara 20 cm sampai satu meter. Namun bajir terparah terjadi di Desa Teluk Bakung dan Desa Pancaroba”, jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00