Menuju Tatanan Kehidupan Baru, Pemkot Ubah Operasional Warkop, Kafe, dan Restoran

KBRN, Pontianak : Sejak awal virus corona (Covid-19) menyebar di Kota Pontianak, operasional sejumlah warung kopi, kafe, dan restoran hingga kini masih terkesan abu-abu. Tidak adanya instruksi khusus yang memerintahkan penutupan usaha ikonik dan menjamur di Kota Khatulistiwa ini membuat segelintir pihak bingung terkait mekanisme operasional yang sebenarnya diinginkan Pemerintah Kota Pontianak.

Apalagi sebelumnya sistem take away yang diberlakukan Pemkot justru kian melemahkan kondisi perekonomian para pelaku usaha UMKM tersebut. Dan baru-baru ini masyarakat semakin dibuat resah dengan beredarnya informasi razia penertiban warung kopi oleh sejumlah oknum petugas keamanan di Kota Pontianak.

“Dari awal kami tidak pernah memberlakukan PSBB yang mengarah pada penutupan warung kopi, kafe, dan restoran, sehingga para pelaku usaha tersebut sejatinya tetap diizinkan berjualan di tengah pandemi virus corona dengan mematuhi syarat tertentu”, tegas Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono seusai rapat video conference di Pontive Center, Selasa (2/6).

Kendati demikian seiring dengan adanya kebijakan tatanan kehidupan baru yang mulai digagas oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kota Pontianak pun akan merombak sistem operasional watung kopi, kafe, dan restoran sesuai aturan tatanan kehidupan baru yang mengutamakan beberapa protokol Kesehatan seperti pengaturan susunan kursi yang berjarak dan membatasi jumlah konsumen di dalam ruangan.

“Nanti di tiap warkop kita pasang cctv yang dapat di-monitoring langsung dari Ruang Pontive Center supaya kita bisa mengontrol kedisiplinan pengelola warkop. Selama ini kita selalu mengimbau dan mengingatkan kalau mereka bisa tetap berwirausaha dengan mematuhi protokol kesehatan”, ujarnya.

Selain itu, Edi mengaku situasi dan kondisi perkembangan Covid-19 di Kota Pontianak yang hingga kini cenderung landai atau statis membuat penerapan kebijakan tatanan kehidupan baru di Pontianak sangat memungkinkan untuk dilakukan dalam waktu dekat.

“Untuk itu, saat ini Pemerintah Kota Pontianak akan terus memperluas jangkauan rapid test kepada masyarakat yang rentan tertular virus corona”, tambahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00