Bupati Muda : Tak Perlu Tertekan Menerapkan New Normal, Namun Lihatlah Sisi Positifnya

KBRN, Kubu Raya : Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) siap menjalankan new normal (kenormalan baru) dengan melakukan tatanan kehidupan baru yang dicanangkan pemerintah pusat sebagai bentuk adaptasi terhadap pandemi Covid-19 yang belum usai.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, dalam menghadapi new normal setiap individu ditutut mampu beradaptasi dengan menguatkan imunitas tubuh masing-masing dan menjaga keluarganya yang rentan serta seseorang juga harus mampu mengahadapi resiko untuk mematangkan resiko yang akan terjadi.

“Banyak hal yang harus disesuaikan dengan mengurangi pertemuan fisik yang berdampak pada penghematan anggaran. Jika anggaran bisa dihemat, berarti bisa dialihkan untuk kepentingan penggunaan di sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, perkebunan, perikanan dan sektor-sektor lainnya yang tentunya akan mengalami nilai tambah bagi programnya yang bermuara pada pemberdayaan dan akan berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat”, ungkap Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH di ruang kerjanya, Kamis (28/5/2020).

Bupati menuturkan, dalam menerapkan new normal ini, dirinya mengharapkan kepada warganya di seluruh penjuru Kubu Raya agar tidak terlalu tertekan namun justru dirinya meminta agar warganya dapat melihat dari sisi positifnya, sehingga mereka bisa terus menjaga imunitas tubuh dan tidak terlalu panik agar dapat membentengi dirinya dan keluarganya serta berperan penting dalam meningkatkan perekonomiannya.

“Program inilah yang terus kita kuatkan dengan memberdayakan koperasi konveksi dan penjahit mandiri ibu-ibu rumah tangga yang kita beli hasil jahitannya. Langkah ini tentunya akan lebih produktif bagi masyarakat dalam menghadapi pandemic Covid-19, daripada kita jadikan masyarakat hanya menunggu dan meminta-minta sembako. Hal ini merupakan mental yang tidak baik bagi masyarakat kita”, tuturnya.

Orang nomor satu di Kubu Raya itu menjelaskan, kenormalan baru ini sebenarnya bisa diadaptasikan oleh diri sendiri. Namun yang paling penting ialah kemauan diri untuk beradaptasi karena pada prinsipnya kenormalan baru itu karena menghadapi pandemi Covid-19 yang dibatasi dengan dalam kontak fisik, jarak, melindungi diri sendiri, keluarga dan semuanya. Kondisi ini tentunya mengakibatkan aktivitas ekonomi tidak bergerak. Jika kondisi ini terus-menerus maka akan mengakibatkan dampak sosial ekomoni yang dirasakan masyarakat, pengangguran dan juga akan mengakibatkan melemahkan kehidupan masyarakat.

“Oleh karena itu, aktivitas ekonomi dan aktivitas masyarakat dalam menjalankan kehidupan ini memang perlu diaktifkan kembali tapi harus tetap mengedepankan upaya-upaya untuk menjaga agar kita tetap sehat dengan mematuhi protokol kesehatan dan hindari kepanikan yang berlebihan. Karena virus kepanikan akan lebih bahaya daripada virus corona”, jelasnya.

Bupati Kubu Raya pertama priode 2009-2014 itu menegaskan, new normal jangan dilihat dari kenormalan yang baru, namun semuanya masyarakat harus kembali menghidupkan peradaban unggul dengan menghidupkan kembali solidaritas sosial, kepedulian sosial, berbagai dan kepekaan ini akan muncul sendirinya di masyarakat. Yang mana semua elemen juga akan bergerak dan berjibaku untuk saling peduli dan berbagi dan semuanya juga akan melakukan untuk bagaimana bisa selalu sehat serta terlindungi dari wabah ini.

“Sehingga solidaritas masyarakat yang berada di kampung-kampung dan di manapun penerapan new nomal ini akan hidup dengan sendirinya karena saya yakin, semua elemen akan berjibaku bersama untuk menghadapi kenormalan baru ini. Saya minta jangan ada masyarakat ataupun pihak lainnya yang merasa risih dan tersiksa dengan konsep new normal ini karena semua ini merupakan sesuatu untuk memurnikan pengabdian kita, baik kepada Tuhan Yang Maha Esa maupun pengabdian kita kepada sesama”, tegasnya.

Meski begitu, Muda menyatakan upaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dilakukan secara bertahap, adanya pembatasan, dan mengedepankan protokol kesehatan.

"Artinya tidak serta merta atau euforia langsung dihidupkan secara terbuka melainkan secara bertahap. Fase-fasenya disesuaikan di setiap daerah. Jika terjadi kenaikan maka ditutup kembali. Jadi bersifat fleksibel namun tetap dievaluasi," terangnya.

Untuk pemulihan ekonomi ini, pemerintah pusat telah membagi lima fase. Fase I dimulai pada 1 Juni 2020. Fase II tanggal 8 Juni 2020. Fase III pada 15 Juni 2020. Fase IV mulai 6 Juli 2020, dan fase V tanggal 20 dan 27 Juli 2020. Termasuk pelaksanaan program pemerintah baik infrastruktur, pertanian, perkebunan, dan sebagainya, berjalan kembali.

Muda menyatakan pelaksanaan kenormalan baru tetap mengedepankan protokol kesehatan. Di mana penggunaan masker tetap diwajibkan, mencuci tangan, mengatur jarak, tidak berjabat tangan, dan menjaga pola hidup bersih dan sehat. 

Secara terpisah, Sekretaris Daerah Yusran Anizam optimistis penerapan kenormalan baru dapat dilaksanakan dengan baik di Kabupaten Kubu Raya. Sebab Kubu Raya adalah daerah dengan modal sosial yang besar. Menurut dia, semangat kerja sama semua elemen daerah terbukti telah berjalan masif. 

"Sehingga kita tinggal tetap fokus untuk menjalankan program kesehatan masyarakat, jaring pengaman sosial, menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga, dan berusaha menghidupkan kembali roda perekonomian dengan semangat kenormalan baru," tuturnya.

Yusran mengatakan  kenormalan baru harus segera diadaptasi sehingga perekonomian daerah perlahan dapat bergerak. Menurutnya adaptasi adalah kunci menghadapi era kenormalan baru.

“Kata kuncinya adaptasi, bukan pelonggaran, bukan relaksasi, tapi adaptasi terhadap kenormalan baru. Bagaimana cara adaptasi? Kami di Kubu Raya mengedepankan data. Kalau datanya memungkinkan maka adaptasinya juga bisa dilakukan. Dan yang paling penting semangat 'kepung bakul' atau kerja sama yang digaungkan oleh pak bupati harus tetap bergerak di semua lini," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00