Khusus Jalur Udara, Pendatang Luar Kalbar Wajib Bubuhkan Tinta Jari

KBRN,  Pontianak: Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menerapkan kebijakan pembubuhan tinta di jari setiap pendatang dari luar yang masuk ke provinsi ini untuk kemudian ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) COVID-19. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi penyebaran Virus Corona yang kini sudah berstatus Transmisi Lokal.

"Kebijakan tersebut sudah mulai dijalankan sejak 1 April 2020 sesuai perintah Gubernur Kalbar. Untuk saat ini orang yang ditandai dengan tinta dari KPU adalah para penumpang di Bandara yang khusus datang dari Jakarta," ungkap Kadishub Kalbar Manto Saidi Jum'at (03/04/2020).

Dengan adanya pembubuhan tinta di jari setiap pendatang tersebut tambah Manto,  akan memudahkan dalam melakukan pengawasan terkait COVID-19, karena ada ciri khusus dengan pendatang lainya.

"Kami baru menerapkan kebijakan ini untuk penumpang dari Jakarta. Tapi,  tidak menutup kemungkinan daerah lain yang juga rawan, juga bisa diterapkan," imbuhnya. 

Kadishub Kalbar Manto Saidi menuturkan, untuk saat ini kebijakan yang sama belum dapat diterapkan untuk pendatang seperti WNI yang masuk ke Kalbar melalui jalur darat melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Hal ini dikarenakan keterbatasan stok tinta.

"Sebenarnya, kami juga ingin terapkan ke WNI yang datang dari Serawak ke Kalbar. Namun stok tinta terbatas, jadi kami belum terapkan," tuntasnya. 

Lebih lanjut Manto mengutarakan, setelah Dishub memberikan tanda tinta jari, selanjutnya pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang berhak melaporkan daftar ODP yang telah di kumplkan ke Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Barat. (Syahrul) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00