Pemkot Pontianak Klaim Penutupan Jalan Gajahmada Bukan Lockdown Daerah

KBRN, Pontianak ; Personil Gabungan TNI, Polri, Kasatlantas, dan Dinas Perhubungan resmi menutup ruas Jalan Gajahmada Pontianak mulai Kamis (2/4) sesuai kebijakan dari Pemerintah Kota Pontianak untuk memutus penyebaran virus corona (COVID-19).

Penutupan di 29 titik jalan Gajahmada ini diberlakukan mulai dari pukul 09.00 – 18.00 WIB. Kapolresta Pontianak Kota Kombes Polisi Komaruddin mengklaim penutupan sementara ruas jalan Gajahmada bukan tindakan lockdown di Kota Pontianak tapi penutupan ini dilakukan untuk membatasi aktivitas masyarakat yang terpantau padat di jalan protokol tersebut mengingat adanya imbauan physical distancing sejak virus corona merebak.

“Kami tegaskan yang kami lakukan ini bukan lockdown atau penutupan total. Kami hanya membatasi aktivitas masyarakat Kota Pontianak yakni di Jalan Gajahmada. Karena berdasarkan kajian yang kami lakukan ditemukan fakta bahwa mobilitas masyarakat di jalan ini sangat tinggi sehingga Pemkot Pontianak memutuskan melakukan penutupan di jam-jam tertentu yang telah disepakati”, tegasnya.

Kendati demikian ia menambahkan masyarakat yang bekerja di Hotel, Restoran, Warkop, serta Pertokoan kawasan jalan Gajahmada tidak perlu khawatir mengenai pekerjaannya, karena mereka tetap diperbolehkan beraktivitas seperti biasa, hanya saja jalur keluar masuk jalan akan dialihkan ke jalur alternatif lainnya.

Sependapat dengan Kapolresta Pontianak, Kasatlantas Polresta Pontianak Kota, Syarifah Salbiah juga memastikan penutupan ruas jalan Gajahmada tidak akan mempengaruhi aktivitas warga yang memiliki keperluan disana.

“Jam 9 pagi sampai 6 sore itu jalan memang ditutup tapi bagi masyarakat yang ingin ke apotek, swalayan, atau hotel mereka masih diperbolehkan masuk ke Jalan Gajahmada. Pembatasan ini kan dilakukan untuk masyarakat yang masih nongkrong dan wara wiri yang tidak penting di sekitar kawasan ini”, jelasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, Manto mengungkapkan penutupan ruas jalan Gajahmada merupakan proyek percobaan pengendalian mobilisasi masyarakat guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Ada indikasi yang kami temukan di lapangan masyarakat ini masih belum disiplin dalam menerapkan gerakan anti corona di Kalbar khususya di Kota Pontianak. Jadi kami tidak ingin terjadi penumpukan masyarakat disini sehingga membahayakan keselamatan kita bersama. Sesuai kesepakatan penutupan jalan Gajahmada ini, kita jadikan pilot project pasalnya penutupan ruas jalan ini yang pertama kalinya kita lakukan”, jelasnya.

Satlantas Pontianak Kota juga menyiapkan jalur alternatif yang bisa digunakan masyarakat yang berdomisili di kawasan tersebut selama penutupan ruas jalan Gajahmada diantaranya bisa masuk melalui jalan Tanjungpura, Jalan Waru, Jalan Suprapto, dan Dewi Sartika. Sedangkan bagi masyarakat umum yang memiliki keperluan mendesak dapat memarkirkan kendaraannya di gedung parkir Jalan Suprapto sebelum diizinkan masuk ke jalan Gajahmada.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00