Pelabuhan Kijing Dambaan Kalbar Sejak 20 Tahun Silam

KBRN, Pontianak : Mimpi dan cita cita masyarakat Kalimantan Barat akan keberadaan pelabuhan bertaraf internasional akhirnya segera terwujud.  PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau IPC membangun Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah dengan menggelontorkan 2,7 Triliun untuk pengerjaan tahap awal yang target selesainya pertengahan 2020 mendatang. Pembangunan Pelabuhan Kijing merupakan keinginan sejak 20 tahun silam yang baru saat ini bisa terwujud.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji yakin dengan dibangunnya pelabuhan kijing mempercepat pertumbuhan ekonomi Kalbar. Dia miris dengan kondisi selama ini Kalbar sebagai penghasil Crude Pum Oil (CPO) terbesar kedua di Indonesia namun saat ekspor pajaknya tidak diterima sepeserpun karena Kalbar tidak memiliki pelabuhan ekspor internasional.

Menurutnya pelabuhan  Dwikora Pontianak kemampuan pelayanannya hanya 300 DWT (deadweight tonnage) atau jumlah bobot/berat yang dapat ditampung oleh kapal bahkan kedalamannya maksimal 6 meter, hal ini berakibat kapal besar tidak bisa bersandar, sementara Pelabuhan Kijing mencapai puluhan ribu DWT dan kedalamanya mencapai 14 meter berdampak lebih ekonomis. 

"Pemerintah daerah mendukung agar ada percepatan pembangunannya dan semoga hambatan hambatan bisa diminimalisir" tegasnya, Kamis (19/09/2019)

Gubernur menegaskan siapapun pihak yang punya kepentingan agar mengurusnya melalui jalur persidangan misalnya mengenai pembebasan lahan. Dia melihat proses pembelian lahan yang dilakukan Pelindo sudah sesuai aturan namun masih ada warga yang tidak menyetujui mengenai besaran harga, maka pemerintah daerah melalui tim yang sudah dibentuk menyelesaikannya dengan proses persidangan di pengadilan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00