Diperkenalkan Tahun 2019, Kini Salam Menanjak Kubu Raya Resmi Miliki Hak Cipta

KBRN, Kubu Raya : Salam Menanjak yang merupakan ikon Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) resmi memiliki hak cipta. Salam yang diciptakan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan dan dieprkenalkan kepada masyarakat Kubu Raya sejak Februari 2019 itu kini hak ciptanya dipegang oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. 

Hal itu tertuang dalam Surat Pencatatan Ciptaan yang diterbitkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tertanggal 12 Agustus 2022. Dalam surat bernomor ECO0202253055, dinyatakan bahwa gerakan salam menanjak telah mendapatkan perlindungan dalam jangka waktu selama hidup sang pencipta dan 70 tahun setelah pencipta meninggal dunia, terhitung mulai tanggal 1 Januari tahun berikutnya.

Salam Menanjak merupakan gerakan atau koreografi ciptaan Muda Mahendrawan. Gerakannya adalah telapak tangan terbuka yang diletakkan di depan dada dengan ujung-ujung jari mengarah diagonal ke atas.

Salam yang sangat populer di Kabupaten Kubu Raya ini menjadi narasi nonverbal simbolik. Maknanya adalah ajakan kepada masyarakat untuk bersikap progresif, yakni selalu berupaya meningkatkan kualitas di semua bidang kehidupan. 

Salam yang kini masif dan fenomenal ini menjadi narasi nonverbal simbolik bagi masyarakat Kubu Raya yang saat ini paling fenomenal. Salam ini bermakna ajakan kepada masyarakat untuk bersikap progresif. Yakni selalu berupaya meningkatkan kualitas di semua bidang kehidupan. Gerakan salam menanjak adalah telapak tangan terbuka yang diletakkan di depan dada dengan ujung-ujung jari mengarah diagonal ke atas. 

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan salam menanjak menjadi spirit bagi upaya menggerakkan seluruh sumber daya manusia dan potensi-potensi lainnya yang ada. Salam menanjak, kata Muda, memiliki filosofi bahwasanya saat ini tantangan sangat besar dan untuk itu dibutuhkan sebuah daya juang. 

“Kalau menanjak pada posisi jari terbuka dan diagonal ke atas, gerakannya ini menunjukkan kita menanjak yang berarti adanya sebuah daya juang. Karena kita butuh daya juang, tidak mudah menyerah dan itulah filososi utamanya. Kalau datar, kita tidak akan berkeringat. Kurang berjuang. Kalau menanjak tentu kita menggerakkan agar semua punya daya juang,” kata Bupati Muda Mahendrawan di Sungai Raya, Sabtu (13/8/2022).

Muda melanjutkan, salam menanjak juga merupakan upayanya dalam membangun pikiran bawah sadar. Yakni pikiran-pikiran optimistis, progresif, dan dinamis yang bermuara pada adanya sebuah peningkatan kualitas. 

“Kita bertekad menanamkan sebuah titik berangkat bagaimana untuk mengejar cita-cita dan impian itu benar-benar totalitas. Dengan gerakan ini, kita mengartikan bahwa ketika kita menanjak, maka setiap level akan menaikkan kualitas kita. Dengan begitu akan lebih tinggi cara kita memandang. Dan di situlah kita akan lebih bijak dalam melihat solusi-solusi jalan keluar. Berpikir mendunia, berpikir global,” paparnya. 

Ia menegaskan bahwa salam menanjak menunjukkan sebuah progresivitas dan optimisme yang tinggi. “Hak cipta ini tentu sangat penting karena dengan langkah ini kita ingin mempunyai rasa memiliki yang lebih tinggi. Dan gerakan ini bukan statis tapi bergerak terus ke atas. Inilah makna filosofis daripada salam menanjak,” tutupnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar