Minimalisir Karhutla, BPBD Kubu Raya Rutin Lakukan Patroli di 4 Kecamatan

KBRN, Kubu Raya : Kepala Sekretariat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) Muhammad Yassier mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), pihaknya saat ini rutin melakukan Patroli di sejumlah titik wilayah yang berpotensi Karhutla.

"Mengingat saat ini intesitas curah hujan di kabupaten Kubu Raya mulai berkurang, kami bersama sejumlah personil setiap harinya melakukan patroli di daerah yang rawan karhutla, terutama di 4 kecamatan diantaranya, kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Sungai Ambawang dan kecamatan Rasau Jaya", kata M. Yassier kepada RRI Pontianak di ruang kerjanya, Rabu (10/8/2022) siang.

Dirinya menuturkan, selain di 4 kecamatan, pihaknya juga memfokuskan Patroli di sekitar bandara internasional Supadio, seperti di Desa Limbung, jalan Parit Muksin II desa Sungai Raya Dalam dan dusun Parit Semben Desa Parit Baru. Karena bandara merupakan objek fital yang harus diamankan dari musibah karhutla agar tidak mengganggu jadwal penerbangan.

"Patroli rutin ini dilakukan agar kami bisa mendeteksi dan gerak cepat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam mengantisipasi pencegahan dan penanggulangan karhutla di sejumlah titik di kabupaten Kubu Raya", ujarnya.

Yassier menuturkan, untuk kecamatan Sungai Raya ada beberapa desa yang fokus dilakukan patroli diantaranya desa Limbung, Parit Baru, Sungai Raya Dalam, Kuala Dua, Arang Limbung. Untuk kecamatan Rasau Jaya diantaranya Rasau Jaya Umum dan Rasau Jaya Dua.

"Sementara untuk kecamatan Sungai Kakap diantaranya, desa Punggur Kecil dan desa Punggur Besar. Sedangkan di kecamatan Sungai Ambawang kami fokuskan patroli di desa Korek dan desa Simpang Kanan", paparnya.

Terkait jumlah hotspot, Yassier menambahkan, berdasarkan laporan dari Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan) serta laporan dari personil dilapangan sampai saat ini Kubu Raya memiliki 2 titik hotspot.

"Memang pada hari Selasa (9/8/2022) kemarin, kami memfokuskan melakukan patroli di sekitar bandara, karena pada hari itu ada kunjungan bapak presiden Joko Widodo di Kalbar, sehingga kami kerahkan sejumlah personil di bandara", ucapnya.

Untuk meminimalisir semakin bertambahnya jumlah titik api, Yassier mengimbau kepada seluruh masyarakat di daerah ini agar tidak membakar hutan untuk membuka lahan berkebun dengan cara membakar. 

"Namun, kami tetap mengingatkan agar warga selalu bersiaga bersama pihak terkait sehingga kebakaran lahan tidak menjalar ke pemukiman warga serta fasilitas umum lainnya," harapnya.

Yassier menjelaskan, dalam melakukan patroli ini, pihaknya dibantu TNI/Polri, Manggala Agni dan Maasyarakat Peduli Api (MPA) untuk memantau titik api di beberapa desa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar