MUI Kalbar Dukung Fatwa Penyembelihan Hewan Qurban Terpapar PMK

KBRN, Pontianak : Menindaklanjuti kekhawatiran penyakit mulut dan kuku (PMK) menjangkiti hewan-hewan sembelihan  qurban, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan Fatwa No. 32 Tahun 2022 Tentang  Penyembelihan Hewan Qurban yang terpapar PMK. Hewan yang boleh disembelih sebagai hewan qurban harus hewan yang sehat, tidak cacat, bukan hewan yang buta dan tidak pincang serta jangan hewan yang kurus.

“Kaitan dengan adanya PMK, ini bisa pincang kalau kukunya sampai copot satu, dan karena pakai mulut bisa menyebabkan makannya kurang, maka Majelis Ulama Indonesia Pusat, karena ini berlaku seluruh Indonesia mengeluarkan Fatwa itu,” jelas Ketua MUI Kalimantan Barat, H. Basri Har di Pontianak, Jumat (1/7/2022).

Lebih lanjut  Basri Har menjelaskan, sesuai ketentutan hukum hewan sembelihan sapi, kambing atau kerbau ada tiga kategori, pertama jika yang  terjangkit PMK secara klinis kategori ringan, dan diberikan obat sembuh sebelum waktu penyembelihan, maka sah sebagai hewan qurban. Kedua Ketika hewan qurban itu terjangkit secara klinis kategori berat tetapi bisa sembuh sebelum hari-hari masa penyembelihan, maka dinyatakan sah. Tetapi yang ketiga jika hewan qurban secara klinis penyakitnya berat dan tidak sembuh sampai hari-hari masa penyembelihan, tidak sah.

“Kalaupun disembelih tidak sah sebagai hewan qurban, tetapi  hanya sah sebagai sedekah. Karena dagingnya tidak masalah bagi manusia dan menularnya hanya pada hewan lainnya, sehingga kita harapkan kepada panitia untuk konsultasi ataupun koordinasi dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan untuk melihat kondisi hewan-hewan qurban,”katanya.

“Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar sendiri mencatat hewan yang tepapar PMK di Kalbar sudah mencapai ribuan, “punghkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar