Dandim 1207, Duta Bapak Asuh 10 Anak Stunting

KBRN, Pontianak : Komandan Kodim 1207/ Pontianak Kolonel (ARH) Hendra Roza, S.I.P tegaskan Gerakan bapak asuh sesuai perintah Kasad,  maka sebagai Dandim pihaknya akan bertanggung jawab terhadap 10 anak stunting di dua wilayah kerjanya yaitu Pontianak dan Kubu Raya.

“Menjadi bapak asuh dari wilayah Kota Pontianak dan Kubu Raya itu sudah kewajiban saya, sebagaimana perintah Kasad harus kita telan dan dilaksanakan, apalagi angka stunting di Kubu Raya masih cukup tinggi, sehingga kami juga akan mengecek kembali data yang ada bersama pihak terkait,” tegas Dandim 1207/Pontianak seusai dikukuhkan sebagai bapak asuh anak Stunting di Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Kecamatan Sungai Ambawang, Rabu (29/6/2022).

Hendra Roza menyebut adanya perbedaan  data antara Provinsi dengan Kabupaten, sehingga pihaknya bersama aparat terkait akan bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk melakukan survei dan cek lagi. “Saya menginginkan setidaknya  data yang ada di Provinsi dengan yang ada di Kabupaten sama atau klop, sehingga perlunya bersinergi bersama semua pihak, dengan harapan apa yang diinginkan pemerintah pusat, yakni masyarakat Indonesia yang sehat dans ejahtera bisa tercapai.

Menyinggung tentang perannya dalam mendukung percepatan penurunan stunting, selain menjadi bapak asuh anak stunting, jajaranya bersama BKKBN dalam menekankan angka stunting perlua digalakannya edukasi kepada orang tua yang mempunyai anak. Setidaknya tahu cara mendidik anak yang baik dengan skala prioritas. Karena anak itu asset keluarga untuk jangka waktu kedepan.

“Kalau kita salah mendidik anak atau salah merawat anak, tentu akan balik lagi ke keluarga itu sendiri, intinya kita akan mendorong untuk mengecek lagi data, saya sudah perintahkan jajaran saya, perwiwa Penghubung (Pabung) , para Danramil dan para Babinsa setidaknya kita bersinergi untuk mengecek lagi apakah masyarakat yang kena stunting ini hak-haknya apa saja, sudah mendapat bantuan asupan gizi atau belum harus dicek lagi,”paparnya.

Dandim menginginkan diwilayah kerjanya segera Update data , karena jika data sudah terupdate dengan benar  baru jajarannya bisa berbuat dan jangan sebaliknya salah data tentu akan memnjadi beban pemerintah daerah. Dikira tidak bekerja.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar