Srikandi Kalbar Terpilih Sebagai Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI

KBRN, Pontianak : Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) sukses menggelar Kongres XXXII dan MPA XXXI di Convention Hall Kota Samarinda, Senin (28/6/2022). Kongres ini melahirkan Ketua Presidium Pusat PMKRI yang baru, Tri Natalia Urada masa bakti 2022-2024.

Kongres XXXII kali ini dihadiri oleh Bapak Presiden Joko widodo ketua DPR RI dan kabinet Indonesia Maju dan juga dari Pemerintah Daerah, Gubernur Kalimantan Timur dan jajarannya. 

Bertepatan dengan jadwal Presiden Jokowi di IKN beliau turut hadir dalam kegiatan Kongres PMKRI ke XXXII dan membuka langsung kegiatan tersebut.  

Setelah berlangsung kegiatan kongres, selanjutnya dilanjutkan dengan agenda Majelis Permusyawaratan Anggota yang ke XXXI. dalam proses MPA ini Tri Natalia Urada terpilih setelah melalui proses demokrasi yang cukup berjalan alot. Dimana, pada proses pemilihan, 82 cabang PMKRI se Indonesia memiliki hak suara. Pada putaran pertama, dari 7 calon Ketua Presidium yang maju bertarung, belum ada yang mencapai perolehan suara 1/2 + 1.

Oleh sebab itu, pimpinan sidang membuka putaran kedua untuk pemilihan Ketua Presidium Pengurus Pusat. Pada prosesnya, di putaran kedua, Tri Natalia Urada memenangkan perolehan suara dengan mengantongi 44 suara. Sementara rivalnya, Ewaldus Bole meraih 37 suara serta terdapat 1 suara tidak sah.

Mahasiswi Pascasarjana Ilmu Komunikasi Binus University ini sebelumnya menjabat Sekjen Pengurus Pusat PMKRI periode 2020-2022. Dia juga merupakan Ketua Presidium Demisioner PMKRI Cabang Sungai Raya Sanctus Albertus Magnus Periode 2018-2019 .

Setelah terpilih menjadi Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI, Mahasiswi yang melanjutkan Pascasarjana Ilmu Komunikasi Binus University yang juga Aktivits perempuan Dayak ini  menekankan pentingnya akselarasi organisasi guna mewujudkan kaderisasi yang inovatif, transformatif dan modern untuk menyongsong Indonesia emas 2045.

Sebagai turunan dari visinya, Tri menjabarkan lewat 5 poin penting diantaranya:

1. Optimalisasi kader melalui proses kaderisasi yang berkelanjutan dan berbasis karya

2. Pembaharuan Gerakan melalui penguatan fungsi-fungsi struktur organisasi yang efektif, inovatif, dan modern

3. Pemanfaatan teknologi untuk menunjang transformasi organisasi, dan menyelenggarakan sistem kaderisasi yang berkelanjutan barbasis digital

4. Mendorong PMKRI menjadi basis gerakan Katolik yang mampu terlibat aktif dalam setiap pembangunan di daerah dan nasional

5. Membangun paradigma kader yang berwawasan global professional, mandiri, dan kolaboratif.

“Saya akan mengawali masa bakti kepengurusan dengan berfokus pada membangun konsolidasi dan komunikasi intensif ke seluruh daerah. Lalu kemudian mempersiapkan struktur kepengurusan dengan melibatkan kader-kader terbaik PMKRI yang memiliki keinginan yang kuat untuk berkarya bersama dan niat yang tulus untuk membesarkan nama PMKRI dengan semangat pelayanan dan Pro Ecclesia Et Patria,” tuntasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar