Cari Solusi Nasib Ferry Sekura, DPRD Sambas Komunikasikan ke Kemenhub

KBRN, Pontianak : Rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sambas dipimpin langsung Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sambas, Ir H Arifidiar MH, berkunjung ke Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Dirjen Hubda Kemenhub RI) di Jakarta, Jumat (24/6/2022).

Dalam kunjungan tersebut Arifidiar dampingi Wakil Ketua III DPRD, Suriadi dan masing-masing Ketua Komisi di DPRD Kabupaten Sambas.Kunjungan Kerja Para Wakil Rakyat Sambas ini diterima langsung Direktur Transportasi Sungai Danau Dan Penyeberangan Kementerian Perhubungan RI, Ir Junaidi dan jajarannya.Pertemuan tersebut juga dihadiri pihak PT ASPD, Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah IX Kalbar dan Kadis Perhubungan Kabupaten Sambas.

Waka II DPRD Kabupaten Sambas Ir H Arifidiar MH mengungkapkan, dalam kesempatan tersebut DPRD Sambas berdialog dengan pihak Kementerian Perhubungan dalam rangka mencari solusi terbaik mengenai kondisi terkini Ferry Angkutan Penyebrangan Tanjung Harapan-Teluk Kalong di Desa Sekura KecamatanTeluk Keramat Kabupaten Sambas.

Dikatakan Arifidiar, sejak akses jalan melalui Jembatan Bantanan sudah terbangun dengan baik, berdampak siginifikan pada jumlah warga pengguna jasa penyebrangan Ferry tersebut.

"Terbukanya akses jalan jembatan Bantanan, yang melalui Semantir, sampai saat ini, sesuai informasi pengelola kapal ferry penyeberangan, terjadi penurunan pengguna jasa layanan. Dan kondisi dimaksud berdampak pada kepentingan operasional kapal penyebrangan. Hal inilah yang coba DPRD Komunikasikan ke Kementerian Perhubungan, agar Kapal penyebrangan di titik Sekura itu tetap bisa beroperasi, melayani warga kita," ujar Arifidiar.

Sementara Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sambas, Lerry Kurniawan Figo SH MH mengatakan, keberadaan Kapal Ferry Penyebrangan di Desa Sekura itu masih sangat diperlukan warga sekitar.Warga sekitar menurut Figo, masih merasa nyaman dengan fasilitas tersebut.

"Memang sudah ada jalur alternatif, yakni akses jalan yang melalui Semantir dan Jembatan Bantanan. Tapi selaku warga sekitar dan wakil rakyat dari daerah pemilihan Teluk Keramat, yang disampaikan warga ke saya, mereka sangat mengharapkan Kapal Ferry penyebrangan ini tetap beroperasi, karena jalurnya perjalanan mereka lebih ringkas," tutur Figo.

Dijelaskan dia, sebelumnya, Pihak DPRD bersama Dinas terkait telah melakukan kunjungan ke Perwakilan Kemenhub dan ASDP di tingkat Provinsi Kalbar, sehingga didapati beberapa kesepakatan. Diantaranya sebut dia penundaan ditutupnya operasional kapal Ferry Penyebrangan di Sekura.

"Awal tahun ini, DPRD bersama instansi terkait sudah melakukan komunikasi, dan disepakati ditunda hingga pertengahan tahun ini sambil dicarikan solusi terbaiknya. Nah ini DPRD kembali mengupayakan hingga ke Kementerian," jelas ia.

Direktur Transportasi Sungai Danau Dan Penyebrangan Kementerian Perhubungan RI, Ir Junaidi, menyambut baik kedatangan DPRD Kabupaten Sambas. Diawal pertemuan, Junaidi memaparkan kondisi Transportasi Sungai Danau dan Penyebrangan yang ada di seluruh Indonesia dan membahas khusus yang ada di Sambas.

Dikatakan dia, data dan informasi telah dikantongi pihaknya, sehingga bisa dirumuskan beberapa solusi untuk menindaklanjuti apa yang menjadi perhatian DPRD Kabupaten Sambas.

"Dari unit teknis kami tadi, sudah menyampaikan beberapa kondisi juga, semoga itu bisa menjadi solusi terbaik bagi semua," ujar Direktur. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar