Satgas Pamtas Indonesia-Malaysia Yonif 645/Gty Gelar Baksos Khitanan Massal dan Pemberian Tali Asih Anak-anak Perbatasan Entikong

KBRN, Pontianak : Satgas Pamtas Yonif 645/Gty, menggelar Bakti Sosial (Baksos) berupa Khitanan Massal dan Pemberian Tali Asih untuk anak-anak di wilayah perbatasan.

Tepatnya kegiatan ini berlangsung di Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Kamis (23/6/2022).

Dansatgas Pamtas Yonif 645/Gty, Letkol Inf Hudallah, S.H., dalam keterangannya mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Kesehatan Satgas Pos Kotis Gabma Entikong Satgas Pamtas Yonif 645/Gty.

Diungkapkan Dansatgas, pelayanan kesehatan berupa Khitanan Massal kali ini dilaksanakan di Klinik Gardatama Pos Komando Taktis (Kotis) Gabma Entikong, Satgas Pamtas Yonif 645/Gty.

"Khitanan Massal atau Sunatan Massal merupakan salah satu program di bidang Kesehatan Satgas, yaitu selain memberikan pelayanan kesehatan seperti pengobatan juga mengajak masyarakat untuk merawat diri dengan menjaga kesehatan sejak dini yaitu dengan melaksanakan Khitan atau Sunat," ujar Dansatgas.

Diakuinya, operasi kecil khitan atau sering disebut dengan nama sunat ini, memang merupakan kegiatan di bidang kesehatan, namun selain itu juga merupakan bagian dari pembinaan teritorial di daerah penugasan, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

“Sekaligus untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat dan bertujuan membangun hubungan sosial dan komunikasi yang baik serta mempererat tali silahturahmi. Karena kegiatan ini memberikan efek kesehatan dalam jangka panjang terhadap kondisi tubuh masyarakat,” papar Letkol Ind Hudallah.

Masyarakat sangat menyambut baik kegiatan Khitanan Massal ini, hal ini dikarenakan untuk melakukan Khitan sunat memerlukan dana yang cukup besar sehingga terkadang bagi orang yang tidak mampu akan mengalami kesulitan untuk melaksanakannya.

“Untuk itulah Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/Gty berinisiatif menggelar Khitanan Massal di perbatasan dan kehadiran kami ditengah-tengah masyarakat dapat memberikan manfaat dan pengaruh Positif dalam rangka Kemanunggalan TNI dengan Rakyat,” ucap Dansatgas.

Letda Ckm dr. M. Arraniri, selaku dokter Satgas menjelaskan bahwa melalui program kesehatan tersebut, dapat membantu masyarakat dalam mengurangi beberapa resiko kesehatan, diantaranya yang Pertama, terjadinya penyakit seksual menular, seperti Herpes atau Sifilis.

Kedua, lanjutnya, untuk mencegah terjadinya penyakit pada penis, seperti nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebut fimosis dan yang Ketiga, mengurangi resiko terjadinya infeksi saluran kemih yang berkaitan dengan masalah ginjal.

“Selama proses berlangsungnya operasi kecil khitan atau sunat ini, pasien tidak merasakan sakit yang berlebihan saat disunat dan terlihat lebih tenang,” ujar Dokter Satgas.

Sementara itu, perwakilan dari orang tua pasien mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dengan terselenggaranya kegiatan bakti sosial Khitanan Massal ini, khususnya warga desa yang kurang mampu merasa sangat terbantu dapat mengkhitan anak-anaknya saat ini dengan tanpa mengeluarkan biaya apapun mulai dari di khitan, obat-obatan sampai dengan masa penyembuhan nantinya.

Rasa bangganya kepada TNI, khususnya Tim Kesehatan Pos Kotis Gabma Entikong Satgas Pamtas Yonif 645/Gty yang telah berkenan untuk membantu menyunatkan anaknya.

"Semoga kebaikan dan rezeki yang banyak selalu tercurahkan kepada Bapak-Bapak TNI sekalian,” ujar orang tua anak yang khitan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar