Pemkab Ketapang Ungkap Alasan Pemugaran Rumah Melayu

KBRN, Pontianak : Pemkab Ketapang tetap melakukan pemugaran tugu rumah adat Melayu meskipun banyak penolakan dari masyarakat yang mayoritas dari masyarakat Melayu. Pemugaran tugu ini merupakan salah satu persiapan pemerintah daerah dalam perhelatan akbar Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang akan digelar pada bulan November 2022 mendatang di Kabupaten Ketapang.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Kabupaten Ketapang Husnan mengatakan pemerintah daerah menyambut baik usulan dan masukan dari warga, namun pihaknya akan tetap melakukan pemugaran tugu.

“Kita tetap melakukan pemugaran dan tetap konsisten karena untuk keindahan kota Ketapang, mengingat daerah tersebut merupakan daerah perkantoran juga dan daerah tersebut juga ada pelebaran jalan sehingga pengguna jalan dan lalulintas bisa berjalan lancar,” ujarnya, Jumat (27/05/2022).

Husnan juga mengatakan status tugu tersebut merupakan aset pemerintah daerah sehingga tugu Rumah Adat Melayu milik semua masyarakat Ketapang dan ini menjadi titik acuan pemerintah daerah melakukan pemugaran.

“Terbangunnya tugu yang sekarang ini asal muasalnya sudah milik pemerintah daerah dalam arti aset tersebut sudah milik pemerintah daerah berarti itu milik semua masyarakat dan itu sebagai titik acuan melakukan pemugaran,” tutupnya.

Sementara itu tokoh masyarakat ketapang Isa Anshari mengatakan pihaknya akan tetap memasang spanduk dan melakukan pengawasan serta mengancam pemerintah jika tetap melakukan pemugaran, semua tugu yang ada di kota Ketapang akan dibongkar.

“Kami sangat mendukung kegiatan MTQ tapi jangan dilakukan dasar merobohkan tugu Rumah Adat Melayu, kenapa tugu Rumah Adat Melayu terus yang dirobohkan sementara tugu yang lain tidak dirobohkan ini pertanyaan besar kami,” jelasnya.

Isa juga menegaskan jika pemerintah daerah tetap akan memugar tugu Rumah Adat Melayu dirinya bersama masyarakat akan merobohkan tugu-tugu yang lain yang di kota Ketapang.

“Jika memang pemerintah tetap ngotot merobohkan tugu Rumah Adat Melayu ini maka kami juga akan merobohkan tugu yang lain,” tegasnya.

Laporan M. Naufal

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar