Ketua KAHMI Kota Pontianak : Selasa Malam Kami Sempat Bertemu dan Berbincang Terkait Launching Buku Perjalanan Almarhum

KBRN, Pontianak : Tepat pukul 15.50 WIB jenazah mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI almarhum Viryan Aziz tiba di ruang VIP Bandara Internasional Supadio Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) menggunakan maskapai penerbangan Batik Air, Sabtu (21/5/2022) petang.

Jenazah almarhum Viryan Aziz langsung diterima Sekda Provinsi Kalbar H. Horison dan sejumlah keluarga beserta sahabat baik dari KPU dan Bawaslu Provinsi Kalbar, KPU dan Bawaslu Kota Pontianak maupun KPU dan Bawaslu Kabupaten Kubu Raya. 

Selain itu, tampak juga puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indoensia (HMI) kalbar dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Kalbar dan Kota Pontianak turut menunggu kedatangan jenazah almarhun Viryan Aziz. 

Dengan iring-iringan mobil jenazah dan dua mobil ambulans milik Pemprov Kalbar, jenazah almarhun Viryan Aziz diberangkatkan dari VIP bandara internasional Supadio ke Balai Petitih Kantor Gubenur Kalbar yang selanjutnya di shalatkan di Masjid Mujahiddin Pontianak.

Ketua KAHMI Kota Pontianak Subhan Noviar menceritakan pada hari Selasa (17/5/2022) malam, dirinya sempat bertemu dengan almarhum di salah satu warung kopi di Kota Pontianak. 

"Saya tidak menyangka kalau pertemuan pada Selasa malam itu merupakan pertemuan terakhir saya bersama almarhum dan kami menceritakan agenda launching buku perjalanan hidup almarhum sampai menjadi Komisioner KPU RI saat ini. Rencananya launching buku itu akan dilakukan pada bulan Juni nanti, namun almarhum meminta untuk ditunda sampai bulan Juli mendatang karena padatnya aktivitas almarhum di KPU RI", kenang Subhan saat menyambut kedatangan jenazah almarhun Viryan Aziz di VIP bandara internasional Supadio. 

Subhan menambahkan, selain membahas peluncuran buku biodata almarhum, dirinya juga sempat menanyakan jadwal agenda besar pertemuan alumni KAHMI dan HMI yang rencananya akan di gelar pada pertengahan bulan Juni. 

"Almarhum sempat meminta kepada saya agar launching buku itu nantinya bisa dilakukan pada bulan Juli, karena itu merupakan permintaan terakhir almarhum kepada saya dan teman-teman yang saat itu ngopi bersama", ujarnya. 

Subhan merasa tidak percaya dengan kepergian almarhum secara tiba-tiba, karena hari Selasa kemarin kami masih bertemu. 

"Semua ini sudah kehendak Allah, karena kapanpun dan dimanapun kita pasti akan merasakan kematian. Seperti halnya Almarhum, hari Selasa kemarin saya melihat almarhum sehat dan bugar, dan pada hari Jum'at semalam saya mendapat kabar almarhum di rawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta karena penyakit stroke, dan subuh pagi tadi saya kembali mendapat kabar putra terbaik Kalbar itu telah pergi menghadap sang Khaliq", kenangnya kembali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar