Gemawan Gelar Pelatihan Menulis Kreatif dan Kreasi Konten Media Sosial

KBRN, Pontianak : Direktur Gemawan Laili Khairnur mengatakan, terdapat empat level tujuan dan pengaruh komunikasi digital, yakni organisational profile raising via social media, campaign to sell products or raise funds for organisation, specific campaign to influence public policy, dan digital social movement. Hal itu dikatakannya, saat membuka Pelatihan Menulis Kreatif dan Membuat Konten di Media Sosial, Sabtu (22/01/2022). 

Menurutnya, media sosial didesain untuk memperluas interaksi sosial manusia menggunakan internet dan teknologi web. Kehadirannya, berhasil mentransformasi praktik komunikasi searah media siaran, dari satu institusi media ke banyak audience (one to many) menjadi praktik komunikasi dialogis antara banyak audience (many to many).

Laili melanjutkan,media sosial mampu menghapus hambatan spasial seperti jarak dan waktu, saat mendokumentasikan pengetahuan di tingkat tapak. Media sosial juga akan mendukung tumbuhnya media center organisasi dalam rangka komunikasi visi dan misi organisasi kepada khalayak. 

"Gemawan ingin memanfaatkan media sosial menjadi digital social movement. Saat ini Gemawan baru pada tahap campaign to sell products or raise funds for organisation," katanya, sesuai rilis yang diterima RRI. 

Ada tiga orang jurnalis sebagai narasumber, yakni Aries Munandar, jurnalis lepas dan editor Koran Jubi, Leo Prima, Pimred Hi Pontianak dan Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pontianak serta Reinardho Sinaga, digital enthusiast dan Presidium Hoax Crisis Center Borneo.

Menulis Kreatif, sebagai materi pertama, disampaikan oleh Aries Munandar. Penulis buku 'Tuah Serumpun Padi' ini mengatakan, penulisan di media sosial harus dilakukan dengan efektif dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami banyak orang. 

"Yang juga harus tetap diperhatikan adalah menjaga kode etik," ujarnya. 

Sedangkan pemateri lainnya Leo Prima menyebutkan, empat hal yang harus diingat pada setiap foto yang hendak diambil, yakni cahaya, komposisi, angle, dan momen. 

"Setiap foto memiliki subjek, karena itu pasti memerlukan predikat dan objek," ucapnya, menerangkan agar foto dapat bercerita.

Reinardo Sinaga, narasumber terakhir, menyampaikan materi Mengenal Publikasi Media Sosial. Mantan redaktur senior di RRI Pontianak itu, mengenalkan berbagai tools untuk memahami insight media sosial. Menurutnya, penting bagi pegiat sosial memiliki media sosial dan memahami insight kanal digital yang dimiliki. 

"Bagi Gemawan, yang ingin menjadikan media sosial para pegiatnya sebagai kanal komunikasi organisasi, pemahaman insight akun akan membantu komunikasi digital organisasi," terang pria yang akrab disapa Edho. 

Edho juga mengingatkan peserta akan pentingnya mengimplementasikan materi yang telah disampaikan selama satu hari ini. "Pekerjaan yang dilakukan terus-menerus akan menjadikannya profesional," pesannya kepada para peserta.

Pelatihan di Aula Bumi Gemawan ini diikuti sebanyak 40 orang, terdiri dari para pegiat Gemawan yang berasal dari Pontianak, Kubu Raya, Sambas, dan Kayong Utara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar