TP PKK Kecamatan dan Desa Diminta Mampu Mengayomi dan Lakukan Gerakan Pemberdayaan di Masyarakat

KBRN, Pontianak : Ketua TP PKK Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) Rosalina Muda melantik tiga Ketua TP PKK Kecamatan dan tiga Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kecamatan diantaranya Kecamatan Sungai Raya, Kuala Mandor B dan Kecamatan Kubu di ruang Praja Utama aula kantor bupati, Kamis (20/1/2022) pagi.

“Setiap pergantian Camat dan desa, maka Ketua TP PKK kabupaten harus segera melantik Ketua TP PKK dan Bunda PAUD nya. Langkah ini merupakan suatu hal yang sangat penting, karena setiap TP PKK kecamatan dan desa harus bisa melaksanakan tanggung jawabnya untuk mengayomi dan melakukan gerakan-gerakan pemberdayaan di masyarakat”, kata Rosalina Muda usai melantik tiga Ketua TP PKK Kecamatan.

Rosalina juga mengharapkan TP PKK kecamatan harus menjadi mitra bagi pemerintah, baik di kabupaten maupun di kecamatan dan desa, karena program unggulan PKK itu berdasarkan dengan program yang ada di pemerintah pusat.

“Meski tahun ini belum digelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), namun pada tahun sebelumnya sudah ditetapkan bahwa fokus kerja PKK itu bagaimana mengatasi stunting, di masa pandemi ini bagaimana merubah pola prilaku masyarakat agar lebih taat pada protokol kesehatan (prokes) dan menggencarkan vaksinasi, agar target capaian vaksinasi di seluruh kecamatan di Kubu Raya ini bisa mencapai 70 hingga 80 persen”, ujarnya.

Dirinya menyampaikan, TP PKK mulai dari tingkat kecamatan sampai di tingkat Dasa Wisma (RT) agar mampu memberikan pemahaman dan edukasi supaya setiap anak usia 6 tahun sampai lansia bisa diberikan vaksinasi Covid-19.

“TP PKK tidak bisa bekerja dan bergerak sendiri, tentunya setiap TP PKK perlu pendampingan dari bupati, Camat, kepala desa dan RT agar mendukung kegiatan gerakan PKK ini, karena tugas dan tanggung jawab mereka sangat luas, agar bagaimana semua program yang ada di pemerintah daerah itu terliterasi dan tersampaikan langsung ke masyarakat”, jelas Bunda PAUD Kabupaten Kubu Raya ini.

Di tempat yang sama, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menilai, gerakan PKK itu merupakan gerakan yang sejatinya sudah inheren (menyatu padu), karena tanpa gerakan-gerakan, apalagi gerakan yang menyangkut masalah rumah tangga, program PKK tidak akan bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang sudah diprogramkan.

“Makanya di Kubu Raya berusaha mempermudah dengan beberapa narasi dan diksi yang lebih ‘mendarat’ (bisa dirasakan langsung masyarakat). Makanya kita tidak menggunakan rumus yang begitu rumit. Ada lima rumus dalam cara kita memperkuat, yaitu fokus, masif, mendarat terukur dan berdampak”, kata bupati Muda Mahendrawan.

Menurutnya, dengan lima rumus itu merupakan sesuatu yang sangat sederhana sehingga tidak terlalu banyak hal yang normatif, tapi langsung menukik atau straight to the point (langsung ke persoalannya) dan tidak hanya di awang-awang.

“Dengan gerakan yang dilakukan ini bertujuan agar semuanya berinisatif, sehingga yang tidak mau menjadi mau, yang tidak peduli menjadi peduli. Untuk itu diharapkan mindset (pola fikir) kita agar gerakan ini bisa langsung menjadi penguat energi yang luar untuk mensukseskan dan membuat capai pemerintah itu bisa tercapai dan terkejar dengan cepat”, ujarnya.

Kegiatan yang dihadiri Ketua Dharma Wanita Indah Diyah Yusran Anizam, Ketua GOW Atzeby Yatu Lensi dan sejumlah Kepala OPD itu, diserahkan 200 alat permainan edukatif dari Wahana Visi Indonesia (WVI) yang nantinya diberikan kepada masing-masing Kecamatan.   

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar