KOHATI Serius Bina Kader dan Siapkan Pemimpin

KBRN, Pontianak : Korps HMI Wati (KOHATI) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) melaksanakan  KOHATI Development Program untuk yang pertama kalinya, di Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai tanggal 15-21 Januari 2022. 

Ketua Badko KOHATI Kalbar Fitri Radiantini yang menjadi satu diantara peserta mengatakan, jika seorang pemimpin sudah harus di persiapkan karena Indonesia tidak kekurangan orang yang cerdas melainkan orang yang berkemauan. Menurutnya, sejatinya pemimpin memiliki tugas yang besar dalam memberi arahan ke mana organisasi akan dibawanya. 

"Melalui program KDP ini selain mengupgrade kemampuan instruktur yang handal tentunya juga memberikan penguatan kepada kepemimpinan HMI wati," katanya, sesuai rilis yang diterima RRI. 

Menurutnya, para peserta juga di hadirkan pemateri-pemateri yang konsen di bidangnya, satu diantara pemateri dari KDP ini adalah Ayunda Betty Epsilon Idroos adalah mantan Ketua Umum KOHATI PB HMI periode 2006-2008. Materi yang disampaikan yaitu media untuk kaderisasi dan kepemimpinan HMI Wati. 

Training KOHATI juga merujuk kepada AD/ART HMI dan PDK KOHATI baik training yang bersifat formal maupun non formal. Selain itu main output dari perkaderan Kohati tentunya harus selaras dengan tujuan dari HMI (anggaran dasar HMI).

"Pengkaderan yang ada di KOHATI tentunya harus dapat memberikan dampak tersendiri bagi seorang KOHATI, karena di dalamnya sudah banyak memuat hal-hal yang berkaitan keperempuanan, harapan saya ketika terlaksananya KOHATI Development Program ini bukan hanya sekedar kegiatan yang bertujuan untuk mengupgrade instruktur KOHATI, melainkan dapat menambah potensi dan kualitas diri yang ada di setiap kohati serta dapat menjadi ilmu turunan bagi kohati lainnya dan pengaplikasiannya di lingkungan masing-masing," jelas Fitri. 

Satu diantara pemateri yang juga Mantan Ketua Umum KOHATI PB HMI Ayunda Betty Epsilon Idroos menyebutkan, seyogyanya pelatihan itu  akan sama dari Sabang sampai Merauke, sama halnya training yang  disebut dengan Latihan khusus KOHATI yang tentunya akan sama petunjuk teknisnya di seluruh Indonesia. "Pelatihan itu jika kita ibaratkan perangkat sama seperti software sedangkan hardwarenya yaitu cabang atau pelaksana LKK itu sendiri," ujarnya. 

Terdapat empat tema besar dalam training Latihan Khusus KOHATI (LKK) di antaranya, materi keislaman, keperempuanan, kepemimpinan, manajemen, komunikasi, keorganisasian, ke-HMIan serta ke-kohatian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar