Dewan Pantau PTM di Kota Singkawang

KBRN, Pontianak: DPRD Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat terus memantau pelaksanaan pembelajaran tatap muka/PTM yang dimulai sejak 10 Januari 2022. Sejauh ini kegiatan PTM berjalan lancar.

“Dari DPRD itu juga terus memantau perkembangan yang ada, termasuk apakah dengan pemberlakuan PTM ini penyebaran pandemi Covid-19 itu bertambah atau justru stagnan atau berkurang,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang Sumberanto Tjitra via seluler, Minggu (16/1/2022) siang.

Pandemi Covid-19 di Kota Singkawang, lanjut Tjitra, memang menunjukkan trend penurunan. Informasi yang ia peroleh dari Dinas Kesehatan setempat, saat ini pasien terkonfirmasi positif Covid-19 jumlahnya 3 orang.

“Walapun dengan PTM ini belum sepenuhnya sesuai dengan waktu sebagaimana biasanya tapi dengan adanya PTM ini para siswa ini sudah bisa melakukan sekolah tatap muka yang tentunya ini lebih baik dibandingkan dengan cara on line itu,” ujar Tjitra.   

Menurut Tjitra, protokol kesehatan (prokes) juga berjalan baik di sekolah-sekolah yang mengggelar PTM. Bahkan, pihak sekolah sendiri juga tidak ingin kegiatan PTM justru menimbulkan klaster baru, yang akhirnya merugikan sekolah itu sendiri. Secara kelembagaan pun, dewan juga telah menghimbau pihak sekolah agar tidak lalai dalam protokol kesehatan.

“Untuk Dinas Pendidikan, kita juga melakukan rapat kerja dengan komisi terkait, yang intinya juga meminta supaya Dinas Pendidikan itu juga melakukan pengawalan yang ketat untuk sekolah-sekolah supaya mereka itu menjalankan sesuai dengan prokes yang sudah ditetapkan,” kata Tjitra.  

Kota Singkawang saat ini, sambung Tjitra, berada dalam zona PPKM level 2, sehingga ada aturan yang melekat dan harus dipatuhi terkait kegiatan PTM. DPRD juga punya komitmen dengan Dinas Pendidikan Kota Singkawang agar turun ke lapangan untuk memantau langsung perkembangan dari tiap sekolah yang ada khususnya yang melakukan PTM.

Tjitra kemudian mengingatkan bahwa kasus Covid-19 varian omicron yang makin bertambah perlu diwaspadai bersama, dengan tetap mematuhi prokes, dan membatasi kegiatan yang memancing kerumunan. Sebagai pimpinan legislatif, ia kembali mengimbau seluruh masyarakat Kota Singkawang untuk terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Disamping itu juga kita menolak untuk tamu-tamu dari luar negeri yang datang ke Singkawang, jangan sampai bahwa mereka datang justru itu membahayakan warga Kota Singkawang, penyebaran omicron ini, yang tentu kita tidak ingin harapkan itu,” ingat Tjitra.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar