Bupati Mempawah Minta 18 Kampung Keluarga Berkualitas Canangkan DASHAT Atasi Stunting

KBRN, Pontianak : Bupati Mempawah, Hj. Erlina, S.H.,M.H mencanangkan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas Desa Bukit Batu Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah, Selasa 07 Desember 2021.

Kegiatan Pencanangan DASHAT dihadiri Plt Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Dwi Listyawardani, Deputi General Manager Keuangan dan SDM PT. Pelindo (Persero) Regional Cabang Pontianak, Yuli Wahyu Wibowo, Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Tenny C Soriton

Dalam sambutannya, Bupati Mempawah, Erlina mengatakan, Pencanangan DASHAT di Kampung Keluarga Berkualitas Desa Bukit Batu merupakan baru pertama kali dilakukan di Provinsi Kalimantan Barat tempatnya di Kabupaten Mempawah. Berkat Kerjasama antara BKKBN dan PT Pelindo dimana pihak Pelindo memberikan CSR (Corporate Social Responsibility)/ memberikan bantuan kepada 5 desa yang terdampak. "Kami harapkan bukan 5 desa saja yang terdampak mendapatkan bantuan, tetapi juga untuk desa desa sekeliling nya yang terdampak dapat diberikan bantuan", Kata Erlina.

Kita ada 18 Kampung Keluarga Berkualitas, "Saya minta Ke 18 Kampung KB semuanya disosialisasikan untuk pencanangan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dan ini semoga bisa terlaksana sebagaimana diharapkan pemerintah pusat. 

Selain itu, Saya menghimbau di sembilan kecamatan di kabupaten Mempawah untuk memberikan pengarahan kepada kepala desa terkait PermenDes tentang penggunaan anggaran untuk penanganan penurunan Stunting di 60 desa yang ada di Kabupaten Mempawah dan kedepannya ini untuk di prioritaskan, kata Bupati Mempawah, Erlina.

Disampaikannya juga, Kabupaten Mempawah telah membentuk 232 Tim Pendamping Keluarga (TPK). "TPK yang di inisiasikan BKKBN diharapkan dapat melaksanakan pendampingan meliputi penyuluhan, fasilitasi, pelayanan rujukan dan fasilitasi penerimaan program bantuan sosial bagi calon pengantin, calon pasangan usia subur, Ibu Hamil, Ibu pasca persalinan, anak umur 0 - 59 bulan serta melakukan survey ke keluarga berisiko Stunting untuk mendeteksi dini faktor faktor Stunting, Ungkap Erlina.

Saya harapkan juga TPK ini melakukan pendampingan pada calon pengantin dan melakukan penelusuran pada bayi yang berpotensi Stunting supaya di tangani bersama sama. "Semoga melalui kegiatan ini tercipta komitmen dari seluruh pihak yang hadir dalam menanggulangi masalah Stunting bersama sama. "Tidak akan berdiri satu rumah yang megah tanpa didasari pondasi yang kuat", Harap Bupati Mempawah, Erlina.

Kabupaten Mempawah angka Stunting nya termasuk terendah terbaik 4 besar se Kalbar, "Saya harapkan kita jangan puas diri dengan angka Stunting ini, utamakan kebersamaan dan gotong royong dalam penanganan Stunting di Kabupaten Mempawah,"Kata Erlina.

Selanjutnya, Plt Deputi Dalduk BKKBN menjelaskan, DASHAT di Program kan sedemikian rupa bukan hanya berupa kegiatan sosial memberikan charity tapi adalah sebuah kegiatan mandiri ekonomis kreatif income generating yang bersifat mandiri. "Jadi selain disitu terdapat proses edukasi tentang gizi termasuk juga tentang Stunting ada juga pemberdayaan ekonomi", Kata Dwi Listyawardani.

Oleh karena itu harapan kami dengan dikelolanya DASHAT ini dalam konteks atau wadah UPPKA maka berkelanjutan kegiatan ini dapat kita raih.

Di Kalimantan Barat ada 348 Kampung Keluarga Berkualitas dan Khusus di Kabupaten Mempawah ada 18 Kampung Keluarga Berkualitas oleh karena itu kepada ibu Bupati Mempawah kami mohon dapat mencanangkan DASHAT bukan hanya di desa Bukit Batu ini tapi diseluruh pelosok Kampung Keluarga Berkualitas yang ada di Kabupaten Mempawah dan ini sebagai laporan kami ke Kepala BKKBN Pusat.

Dan tentunya khusus pada PT Pelindo (persero) dengan programnya BUMN Untuk Indonesia, Kami haturkan terima kasih atas bentuk sosial nya kepada masyarakat di Indonesia khususnya di Kabupaten Mempawah di Kecamatan Sungai Kunyit ini dengan memberikan beberapa bantuan."Harapan kami tentunya di Kabupaten Mempawah ini ada 18 Kampung KB yang harus mengembangkan DASHAT mudah mudahan dari pihak Pelindo dapat membantu",Harap Dwi Listyawardani.

Kegiatan DASHAT ini bukan hanya di dukung oleh BKKBN sebagai konseptor tapi patut kita syukuri bersama bahwa ini juga didukung oleh berbagai pihak yaitu dari mitra kita PT. Pelindo sebagai bentuk tanggung jawab sosial nya dan juga dari desa melalui dana desa, pengembangan dana desa sedemikian rupa sehingga secara khusus bisa ikut mengentaskan Stunting.

Seperti kita pahami sudah ada PerMen Desa secara tegas eksplisit sebagian dana desa itu untuk pengentasan Stunting di setiap desa di Indonesia. Dan tentu nya itu berjalan lancar manakala direstui oleh Bupati. "Jadi ini merupakan sinergi yang sangat luar biasa seluruh komponen mulai dari pemerintah, pemerintah pusat, daerah, mitra terkait sampai dengan pemerintah desa semuanya terlibat dan semuanya mengatakan hal yang sama", Kata Dwi Listyawardani.

Ini patut kita syukuri dan merupakan kebahagiaan bagi kami bahwah konsep penurunan Stunting ini kita pahami secara bersama sama, kalau dulu konsepnya bagaimana menyelesaikan persoalan pada anak anak Stunting, mulai saat ini konsep itu berubah sasaran percepatan penurunan Stunting bukan hanya anak Stunting itu sendiri melainkan mulai dari calon pengantin, Ibu Hamil, Ibu menyusui termasuk anak usia dibawah dua tahun (BADUTA) dan dibawah usia lima tahun (BALITA).

"Semangat kita adalah jangan sampai lahir anak Stunting baru. Itulah sebabnya calon pengantin, Ibu Hamil, Ibu Menyusui menjadi perhatian kita semuanya karena disinilah adanya resiko resiko terjadinya Stunting.

Ibu hamil Alhamdulillah sudah mendapatkan perhatian, Ibu menyusui juga demikian karena kita tahu konsep 1000 Hari Pertama Kehidupan. "Seribu Hari itu mulai dari dalam kandungan kemudian dua tahun bayi itu lahir dimana ikatan antara bayi anak dengan ibu masih sangat kuat, Oleh karena itu perbaikan Stunting itu tidak bisa di anak saja tapi harus juga di ibunya. "Antara Anak dan ibu merupakan satu kesatuan yang betul betul kita perhatikan, kehamilan itu merupakan masa istimewa bagi keluarga yang harus kita perhatikan secara bersama sama" Ungkapnya.

Kenapa calon pengantin juga termasuk resiko Stunting? "Karena separuh calon pengantin itu dalam kondisi kurang gizi, 50 persen calon pengantin itu kurang darah (anemia)". Calon pengantin itu harus sehat agar nantinya tidak melahirkan anak anak Stunting.

Saya sangat bersyukur karena di desa bukit batu ini kita sudah dapatkan semangatnya serta mendapatkan dukungan dari Ibu Bupati, para mitra untuk bersama sama mengatasi Stunting.

Angka Stunting di Kalbar masih sangat tinggi bagaimana kita bahu membahu menyelesaikan masalah Stunting. "Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) karena ini adalah hal yang paling muda bisa dilakukan ditingkat desa" Ungkapnya.

Ditambahkannya, DASHAT merupakan basis penanganan Stunting di tingkat desa khususnya melalui program pemberdayaan dan gotong royong. "Jadi penanganan Stunting itu harus melalui beberapa jalur bukan hanya dari atas memberikan bantuan bantuan tetapi dari bawah juga harus ada proses edukasi pemberdayaan, secara bersama sama kita bergotong royong menangani Stunting ini dan nanti didampingi oleh petugas gizi dari puskesmas termasuk juga Tim Pendamping Keluarga (TPK)" Ucap Dwi Listyawardani.

Sementara itu dari pihak PT Pelindo (Persero) Regional Cabang Pontianak dalam hal ini dihadiri Deputi General Manager Keuangan dan SDM, Yuli Wahyu Wibowo mengatakan, Saat ini CSR sudah di ganti namanya menjadi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, PT. Pelindo itu sekarang berkomitmen untuk membantu masyarakat yang terdampak, dimana terdampak dari operasional terminal kijing. Pada dasarnya kami bukan hanya membantu dalam satu hal misalnya dalam bentuk Stunting ini tapi juga dalam bentuk lain seperti bantuan sembako. Pengelolaan terkait masyarakat yang terdampak dipantai atau di laut karena beroperasi nya terminal kijing itu bisa berlanjut. Dari Rencana Induk Pelabuhan ada 5 (lima) desa yang terdampak tapi sekarang sedang dijalankan berkembang menjadi 9 (sembilan) desa dan kami sedang melihat perkembangan berapa banyak desa terdampak selai dari 5 (desa) tersebut.

BUMN hadir untuk negeri untuk indonesia membantu masyarakat dan berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Mempawah, BKKBN Pusat dan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat untuk bisa mempercepat program. "Kami melihat nya yang tertuang dari Perpres 72 tahun 2021 BKKBN di perintahkan menjadi Koordinator Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia", Kata Wahyu.

Kita punya andil baik pemerintah Kabupaten Mempawah, PT. Pelindo pada khususnya dan juga masyarakat sekitar nya untuk bisa membantu pemerintah untuk mengatasi program Stunting.

Kemudian dalam rangka kegiatan penurunan angka Stunting yaitu intervensi dimana PT. Pelindo bekerja sama dengan BKKBN dan Pemerintah Kabupaten Mempawah mendirikan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) untuk mengatasi Stunting serta Pusat Gizi dan Pelayanan Bagi anak Stunting di Desa Bukit Batu Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah. 

Dijelaskan juga, Bantuan dari PT. Pelindo berupa Susu Ibu Hamil, susu ibu menyusui, Vitamin anak, obat obatan dan perlengkapan masak.

Dengan adanya DASHAT kami berharap setiap ibu hamil, ibu hendak akan hamil dan ibu menyusui yang lebih diperhatikan asupan nutrisinya sehingga terlahir generasi penerus bangsa yang bergizi di Kabupaten Mempawah.

Semoga bantuan dari PT. Pelindo (persero) Regional Pontianak dapat berkontribusi dalam penurunan angka Stunting di Kabupaten Mempawah dan bermanfaat bagi Ibu Hamil, Ibu menyusui dan anak Kabupaten Mempawah menjadi penerus bangsa yang terbaik, Harap Wahyu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar