Dukung Kebijakan Satu Data dan Satu Peta, Kubu Raya Rubah Sistem Data Tabuler Menjadi Sistem Informasi Geospasial

KBRN, Pontianak : Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, pemanfaatan informasi geospasial di Kubu Raya berfokus pada setiap rumah tangga agar berkecukupan pangan, gizi, pendidikan, hidup sehat, serta memiliki rumah layak huni, agar masyarakat terus beraktivitas dan mengembangkan potensi sumber daya manusianya.

“Saat ini kita memasuki dunia yang bergerak dengan cepat, digital membawa kita kepada era disruption dimana kebutuhan, persoalan, sirkulasi informasi bergerak cepat, sementara kita juga harus meresponnya dengan cepat,” kata Muda di sela kegiatan Fokus Group Discussion (FGD) Kepong Bakol Penyelenggaraan Informasi GeoSpasial Dalam Mendukung Kebijakan Satu Data dan Satu Peta Kabupaten Kubu Raya DI Gardenia Resort and Spa, Selasa (7/12/2021) siang. 

Terkait hal tersebut, dengan pengaplikasian Geoportal dan WebGis Kepong Bakol ini menjadi jawaban dari Pemkab Kubu Raya untuk menjawab semua tantangan tersebut.

"Saat ini kita terus melakukan upaya-upaya untuk adanya sinergi dan kolaborasi dengan mengupayakan kerja-kerja semua pihak karena kita menginginkan pembangunan Kubu Raya kokoh tegak di atas tiga pilar ketahanan, yakni ketahanan ekonomi, ekologi, dan ketahanan sosial", tegasnya. 

Terkait hal itu, Muda menambahkan, Pemkab Kubu Raya saat ini sudah melangkah pada kebijakan untuk melakukan perubahan sistem informasi, yang mana ini merupakan suatu langkah kita untuk bisa mewujudkan suatu pemerintahan yang lebih efektif dan efisien serta juga bisa melakukan proses perencanaan yang lebih cepat. 

"Untuk itu, Pemerintah Kubu Raya yang berbasiskan dan berdasarkan pada kebijakan akan memanfaatkan informasi geospasial ini menjadi bagian dari upaya kita untuk membuat strategi 'Kepong Bakol' yang dijadikan konsep kerja Pemkab Kubu Raya ini benar-benar dapat kita lakukan dengan upaya yang lebih terukur", ujarnya. 

Menurutnya, penerapan sistem data berbasis geospasial perlu didesain secara lebih cermat, tepat, rinci dan terus diperbaharui. Selain itu integrasi antar sektor dan antarwilayah perlu terus didorong dengan senantiasa mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. 

“Ini akan membuat kualitas perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan menjadi lebih tepat sasaran, inklusif, dan mampu menavigasi pelaksanaan program kegiatan serta monitoring pembangunan secara lebih baik dengan memperhatikan dimensi spasial. Pembanguan sistem informasi geospasial melalui geoportal dan WebGIS Kepong Bakol adalah upaya nyata memperkuat kebijakan Satu Data dan Satu Peta Kabupaten Kubu Raya yang terintegrasi dengan Simpul Jaringan Informasi Geospasial Nasional (SJIGN),” ucapnya.

Untuk itu, Bupati Muda berharap, kondisi wilayah dan semua subyek dan obyek yang ada di wilayah Kubu Raya ini bisa kita himpun sumber data dan informasinya dan juga dapat dihubungkan satu dengan yang lainnya, sehingga pada akhirnya ini akan membuat semua pihak tentu juga ikut berperan. 

"Yang mana selama ini sumber informasi dan data dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dari berbagai desa itu, tentunya kita juga membutuhkan informasi dan data dari kerja-kerja semua pihak yang lainnya", ucapnya. 

Bupati Muda menegaskan, Pemkab Kubu Raya terus mengejar, bagaimana agar pusat informasinya bisa diambil dari sumbernya langsung. 

"Disinilah sebetulnya kenapa kita mengarah untuk melakukan suatu perubahan dari sistem data tabuler menjadi sistem informasi geospasial. Oleh karena itu, dengan agenda ini Pemkab Kubu Raya berusaha menyusun dengan berbagai tematik yang sudah kita susun", paparnya. 

Bupati menjelaskan, yang mana semua itu dimulai dari basis data rumah tangga, di sini tentu juga Pemkab Kubu Raya sangat berkepentingan untuk adanya konten informasi dan subtansi yang juga dilakukan semua pihak, baik dari kampus dan NGO yang bermitra dengan pemerintah daerah. Karena Kubu Raya sudah memiliki kelompok kerja percepatan pembangunan hijau.

“Tentu juga arah kebijakan Pemkab Kubu Raya terkait hal ini, perlu lebih ditajamkan dan dikomplitkan dengan langkah-langkah yang benar-benar memberikan nilai tambah kepada semua rumah tangga. Karena bagaimananyapun sasaran muaranya pada semua rumah tangga dan semua desa yang ada di Kabupaten Kubu Raya”, jelasnya.   

Sementara itu, berdasarkan Siaran Pers yang diterima RRI Pontianak dari USAID SEGAR, yang mana Simpul Jaringan Informasi Geospasial Daerah (SJIGD) Kabupaten Kubu Raya dan USAID Sustainable Environmental Governance Across Regions (SEGAR) bekerja sama menginisiasi sebuah Focus Group Discussion (FGD) berjudul “Penyelenggaraan Informasi Geospasial dalam Mendukung Kebijakan Satu Data dan Satu Peta Kabupaten Kubu Raya”.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kolaborasi dan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan para mitra pembangunan dalam mewujudkan penyelenggaraan informasi geospasial daerah yang akurat, mutakhir, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena informasi geospasial ini sangat diperlukan sebagai dasar informasi perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan.

Oleh karena itu, kualitas dan ketersediaannya harus dikelola dengan baik. Pemkab Kubu Raya percaya bahwa upaya ini dapat diperkuat melalui sistem “Kepong Bakol” dengan melibatkan para pihak yang memiliki peran dalam pembangunan di Kabupaten Kubu Raya. Kepong Bakol adalah istilah lokal yang sangat populer dan digunakan oleh Pemkab Kubu Raya dalam memperkuat semangat bersinergi dan berkolaborasi untuk penyelenggaraan pembangunan dan pemerintahan di Kubu Raya.

FGD satu hari ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan Kabupaten Kubu Raya dan mitra pembangunan dari kalangan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dan perusahaan yang bekerja di wilayah Kubu Raya. Kegiatan ini mengenalkan bagaimana proses penguatan penyelenggaraan informasi geospasial melalui Pokja Geoportal Kubu Raya, serta proses menghimpun dan memutakhirkan data informasi pada sistem yang dibangun. Dengan penjelasan ini.

Diharapkan para mitra pembangunan memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap informasi geospasial dan selanjutnya ikut memberi dukungan nyata berupa kesediaan berbagi pakai data dan informasi spasial yang dimiliki oleh masing-masing lembaga melalui protokol dan mekanisme yang disepakati bersama.

Kehadiran Pokja Geoportal dinilai sudah menjadi kebutuhan bersama para pihak untuk memperkuat Pokja Percepatan Pelaksanaan Pertumbuhan Hijau (PPPH) Kubu Raya dalam empat bidang kegiatan, yakni data dan publikasi, kemitraan dan kelembagaan, perlindungan hutan dan konservasi, serta pengembangan komoditas berkelanjutan.

Penguatan Forum Multi Pihak (multistakeholder forum) juga menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan oleh USAID SEGAR dalam memperkuat tata kelola lingkungan secara menyeluruh di tingkat daerah, yang akan meningkatkan konservasi keanekaragaman hayati, pengelolaan hutan berkelanjutan, dan tata kelola lahan berkelanjutan. Dengan integrasi dan kolaborasi yang baik ini, diharapkan dapat menunjang kualitas perencanaan, pembuatan kebijakan, dan proses pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kubu Raya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar