Aliran Sungai Kapuas Alami Perlambatan

KBRN, Pontianak : Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Kapuas kini mengalami kerusakan dilevel kritis yang cukup parah diakibatkan adanya berbagai aktifitas mulai dari perubahan tata guna lahan, perkembangan penduduk, perambahan hutan, dan perkebunan sawit, selain itu juga adanya penurunan kualitas air di Sungai Kapuas karena Pertambangan Emas Tanpa Izin  (PETI), pencemaran sampah dan limbah industri bahkan adanya sedimentasi akibat longsornya tebing-tebing pada sungai diakibatkan aktifitas masyarakat maupun sampah industri.

Hal ini dijelaskan Kepala Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Sungai Kalimantan I Pontianak Wardani saat menjadi narasumber Dialog Lintas Pontianak Pagi Pro1 RRI Pontianak, Senin (29/11/2021)

Menurut Wardani panjang Sungai Kapuas mencapai 1.143 Km hampir seluruhnya mengalami kerusakan mulai dari tengah hingga hilir termasuk diwilayah hulu Sungai Kapuas dengan karakter Sungai Kapuas yang berbeda dibanding sungai lain ditanah air diantaranya berliku dan berkelok menyebabkan adanya danau-danau yang mudah tercemar.

“Fungsi Sungai Kapuas disamping menampung juga mengalirkan air, kondisi topografi di Kalbar relatif datar, Sungai Kapuas dari hulu sampai hilir Kapuas Hulu sampai dengan Pontianak beda tingginya elevasinya hanya 30 meter, ini landai sekali, sehingga pergerakan aliran air sungai Kapuas sangat lambat” ujarnya.

Wardani mengatakan perjalanan air dari Sintang hingga Kapuas Pontianak sangat Landai tinggi hanya 30 meter sehingga lambat menuju ke laut bahkan diperparah air pasang laut membuat potensi banjir dan surutnya banjir semakin lama

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar