Gubernur Kalbar Evaluasi Izin Konsesi Sawit

KBRN, Pontianak : Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, akan mengevaluasi wilayah konsesi sawit, yang disebutnya seluas 3,2 juta hektare. Karena yang ditanami baru 1,9 juta hektare.

Banjir besar yang merendam Kabupaten Sintang dan beberapa wilayah lainnya di Kalbar selama kurang lebih satu bulan, pada November 2021. Penyebabnya diduga akibat kerusakan lingkungan.

“Kalau se-Kalbar luas total areal 3.272.062 hektar. Yang tertanam (sawit) baru 1,9 juta, artinya ada 1,3 juta hektare yang belum ditanam ini, bisa untuk lain-lain. Tapi yang tidak masuk dalam peruntukannya itu belum ditanam. Yang mau kita usulkan, supaya jangan lagi, supaya areal sawit tidak kelihatan besar. Yang jadi masalah kan, datanya seakan-akan 3,2 juta hektare sawit semua. Padahal yang ditanam 1,9 juta haktare. Yang belum tanam ini, seharusnya keluar dari area itu,” kata Midji, Rabu, 1 Desember 2021

Midji mengatakan, ia akan mengevaluasi terkait areal konsesi sawit yang belum ditanam, dan dilakukan penghijauan kembali dengan mencabut izin konsesi sawit

“Saya akan tetap evaluasi urusan sawit. Hampir 2 juta hektare konsesi yang belum ditanam ini, harus diusulkan cabut. Dihijaukan kembali, yang saran Pak Jokowi itu. Yang belum ditanam, harus keluar dari data tentang sawit, karena tanah kosong,” paparnya.

“Saya akan kejar yang 1,3 juta haktare kebun sawit yang belum ditanam. Itu akan saya usulkan jadi apa. Itu belum termasuk hak-hak plasma, itu kan hak masyarakat. Kita evaluasi secara menyeluruh, terserahlah orang mau ngomong apa, termasuk tambang,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar