Klarifikasi Soal Pengusiran Perusahaan Sawit, Gubernur Kalbar Bawa-bawa 'Mak Lampir'

KBRN, Pontianak : Gubernur Kalbar Sutarmidji memberikan penjelasan terkait pernyataannya diakun medsos (Facebook) yang sempat mengundang kontroversi dan banjir komentar netizen. Pernyataan tersebut terkait dengan pengusiran perwakilan perusahaan perkebunan sawit saat diundang rapat oleh Gubernur untuk membahas bantuan korban banjir beberapa waktu lalu. 

Dalam unggahannya diakun Facebook @Bang Midji, Gubernur Kalbar menegaskan jika yang dimaksud 'pengusiran' itu saat rapat. Bukan pengusiran perusahaan perkebunan sawitnya. 

"Assalamu'alaikum, Saya perlu jelaskan ttg pengusiran. Yg terjadi pengusiran perwakilan perusahaan sawit dari ruang pertemuan, bukan ngusir perusahaan dari Kalbar," tulisnya, Rabu (01/12/2021). 

"Klu tambang yg bnyk galian C. Galian C ini batu, pasir dan tanah urukan. Klu tak diijinkan gimana mau bangun jalan, gedung. Krn kontraktor beli material tersebut hrs dari perusahaan yg ada ijin. Kenapa ijin di sungai, krn pasir di Kalbar ada di sungai, klu cari pasir di gunung bisa bisa pasir tak dapat, ketemunya Mak Lampir," tambah Sutarmidji. 

Postingan klarifikasi tersebut baru direspon netizen dengan jumlah komentar 859 dan like 5.544, seperti yang dilihat RRI, Kamis (02/12/2021). Respon netizen pada postingan klarifikasi  diakun Facebook @Bang Midji itu berbeda dengan reaksi yang terjadi pada postingan 'pengusiran' yang disampaikan Gubernur Kalbar pada tanggal 9 November lalu. Kala itu, jumlah netizen yang bereaksi dengan sikap gubernur tercatat cukup banyak, mencapai 4.783 komentar dan like 15.889. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar