Peserta Seminar Agama-agama PGI Ke-36, Sampaikan Empat Poin Penting Dalam ‘Pernyataan Pontianak’

KBRN, Pontianak: Sejumlah peserta Seminar Agama-agama ke-36 Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) di Kalimantan Barat mendeklarasikan dan  mendukung keberagaman dalam "Pernyataan Pontianak" di pusatkan di Rumah Radangk Jl. Sutan Syahrir Pontianak, Sabtu (27/11/2021).

Dalam ‘Pernyataan Pontianak’ itu memuat empat poin penting diantaranya, Setia kepada Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai jati diri Bangsa Indonesia, Menolak Radikalisme, Terorisme, Berita Bohong, Ujaran Kebencian, Intoleransi, Politik Identitas, yang menimbulkan konflik serta perpecahan anak bangsa. Kemudian, Merawat keberagaman dan membangun kebersamaan dalam mewujudkan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan. Serta, Menjadi garda terdepan Bersama segenap komponen bangsa untuk membangun dan merawat kerukunan beragama demi keutuhan NKRI.

Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Sekda ProvKalbar Drs. Junaidi, M.M mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi dan menyambut baik gelaran yang dilaksanakan oleh PGI Wilayah Kalimantan Barat dalam mendukung keberagaman dalam kehidupan beragama sehari-hari. Salah satunya dengan melaksanakan seminar agama-agama yang di prakarsai oleh PGI.

“Harus disadari betul bahwa negara kita dibentuk berdasarkan keberagaman beragama, jangan sampai agama-agama berpotensi  memecah belah kita. PGI mempelopori kegiatan seminar ini tentu luar biasa terjalin silahturahmi, dan mudah-mudahan tersebar hingga ke pelosok Kalbar,” ujarnya.

Sementara ditempat yang sama Ketua PGI Wilayah  Kalimantan Barat Pendeta Paulus Ajong mengatakan, pihaknya selaku tuan rumah penyelenggaraan Seminar Agama-agama Ke-36, melaksanakan seminar ini, tentu berlandaskan realita kemajemukan beragama. Oleh karena itu dengan adanya seminar agama ini, setidaknya dapat mewujudkan nilai-nilai luhur dalam beragama agar kedepan bisa lebih dikembangkan.

“Diantaranya kemajemukan agama. Kita tahu bahwa agama acapkali memperlihatkan wajah ganda, di satu sisi sumber nilai-nilai luhur mulia memanusiakan, di satu sisi agama kerap terlibat persoalan yang menyebabkan penderitaan,” jelasnya.

Paulus Ajong mengutarakan, terkait dengan pelaksanaan seminar diikuti oleh para peserta lintas agama berasal dari berbagai utusan daerah. Antara lain, Temohon, Jogjakarta, Kudus maupun Jakarta. Mengingat masih dalam situasi Covid 19, seminar juga dilaksanakan secara daring dan luring.

Sekretaris Eksekutif Bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan (KKC) PGI Pendeta Jimmy Sormin mengatakan bahwa "Pernyataan Pontianak" merupakan seruan dari para tokoh lintas agama dan budaya, serta pemuda, yang terus mendukung dan berperan aktif untuk mengelola, merawat dan mengadvokasi keberagaman di Provinsi Kalimantan Barat secara khusus, dan di seluruh Indonesia secara umum.

"Pernyataan Pontianak" merupakan rangkaian dari Seminar Agama-agama ke-36 PGI sejak tanggal 24 November 2021 lalu. Dimana, para peserta tersebut berasal dari beragam lintas agama dan dibekali berbagai hal sejak hari pertama hingga terakhir,” tandasnya.

Lebih lanjut Jimmy Sormin mengharapkan, pernyataan ini menjadi bentuk riil komitmen bersama untuk memelihara dan mewujudkan keberagaman dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga bisa diceritakan kepada umat masing-masing akan hal ini yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial sebagai warga Negara

“Para peserta Seminar Agama-agama ke 36 PGI berharap Pernyataan ini menjadi bentuk riil komitmen bersama untuk memelihara dan mewujudkan keberagaman dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kami bisa menceritakan kepada umat masing-masing akan hal ini yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial sebagai warga negara,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar