Secara Geografis RRI SP Sambas Menjadi Sabuk Pengaman Informasi Perbatasan

KBRN, Pontianak : Keberadaan  Radio Republik Indonesia (RRI) Stasiun Produksi (SP) Sambas sebagai sabuk Pengaman Informasi di Perbatasan sudah tepat secara geografis. Namun RRI tetap terus mengembangkannya, karena SP Sambas dari sisi sarana dan prasarana masih banyak yang harus diperbaiki dan dikembangkan. Dari sisi Gedung saja di RRI SP Sambas masih bekerjasama dengan Kominfo setempat.

“Untuk itu saya terima kasih yang tidak terhingga kepada Pemerintah daerah Kabupaten Sambas, mudah-mudahan kedepan teman-teman dalam melaksanakan tugas bisa lebih baik dan lebih termotivasi, dan kami juga berharap ada hubungan yang semakin akrab dengan Pemerintah Daerah yang ada di Sambas, syukur-syukur kedapan kita bisa punya Gedung yang menjadi hak penuh RRI,”jelas Kepala Stasiun LPP RRI Pontianak, Dra. Teguh Yuli Astuti, MM. saat kunjungan Kerjanya di SP Sambas, Jumat (26/11)  

Selain itu mengingat Sumber Daya Manusia(SDM) yang masih terbatas memang perlu dikembangkan, baik dari sisi kualitas dan secara kwantitas.

Bukti nyata RRI SP Sambas sebagai sabuk pengaman informasi di perbatasan, terutama yang terkait dengan jangkauan siaran memang terbantu dengan jaringan internet yang semuanya sudah serba bisa.  Hanya saja yang terestrial memang belum karena pemancar yang ada masih kecil dan hanya 2,5 kilo.

Menyinggung kemungkinan pengembangan SP Sambas dikembangkan lebih tinggi , Teguh Yuli Astuti bisa saja asalkan memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh Kemenpan  RB, karena untuk menjadi Satuan Kerja (Satker) banyak yang harus dipenuhi, diantaranya harus memiliki sarana prasarana yang sesuai ketentuan, termasuk SDM  secara jumlah juga harus terpenuhi.

“Memang untuk kondisi saat ini masih agak jauh untuk dikembangkan, sepanjang kita belum memiliki Gedung sendiri saya kira belum bisa menjadi Satker,”pungkas Kepsta RRI Pontianak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar