BKKBN Kalbar dan AIMI Perkuat Kerja Sama Atasi Stunting

Atasi Stunting, B

KBRN, Pontianak : BKKBN yang ditiunjuk sebagai Koordinator Penanganan Stunting oleh Presiden Joko Widodo melalui Kepres 72 Tahun 2021, BKKBN telah melakukan terobosan dengan meluncurkan program program penanganan Stunting diantaranya membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK), Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) serta 1000 mitra, Kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Tenny C Soriton saat menyampaikan arahannya dalam pertemuan penandatanganan Kesepakatan antara Perwakilan BKKBN Kalimantan Barat dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kalimantan Barat di ruang rapat Kantor BKKBN Kalimantan Barat, Senin 25 Oktober 2021.

Salah satu program tersebut terkait dengan kegiatan sekarang  adalah 1000 Mitra, "Kita akan merangkul atau membangun mitra kerja dalam penanganan Stunting, baik dari kalangan Pemerintahan, Pihak Swasta maupun Organisasi Masyarakat karena Stunting ini bukan saja tugasnya BKKBN namun juga tugas kita semua", Jelas Tenny C Soriton.

Ditambahkannya, Dengan kerja sama ini diharapkan Kita bisa memberikan kontribusi dalam membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul, Sehat, Cerdas dan sejahtera serta bisa menurunkan angka Stunting di Provinsi Kalimantan Barat, Harap Tenny C Soriton..

Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kalimantan Barat merupakan Organisasi Masyarakat yang bergerak di bidang Sosial dan Kesehatan dimana program program nya bisa di kolaborasikan dengan program BKKBN berjalan bersama sama guna mengatasi Stunting dan membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul khususnya di Provinsi Kalimantan Barat dan Indonesia pada umumnya, Pungkas Tenny C Soriton.

Dilain pihak, Aditya Gali Mustika selaku Ketua AIMI Kalbar mengatakan, AIMI adalah Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia Daerah Kalimantan Barat,  Organisasi ini tersebar di 19 cabang di seluruh Indonesia salah satunya ada di Kalimantan Barat. "Walaupun namanya AIMI Kalbar, fokusnya kami itu bukan hanya tentang Ibu menyusui saja tapi berfokus juga dari kehamilan sampai anak di bawah lima tahun", Katanya.

"Jadi rentangnya mulai dari 1000 Hari Pertama Kehidupan sampai rencana lima tahun kehidupan itulah target dari AIMI bahkan sekarang sasarannya sudah melebar lagi ke remaja dan calon pengantin dan ini sesuai dengan apa yang di program kan dan dicanangkan oleh BKKBN, Kata Aditya.

Selanjutnya, dengan latar belakang program dari AIMI ini, sasarannya adalah Ibu Hamil, Balita, Remaja dan Calon pengantin, "Kami berharap sekali bisa memperkuat Kerjasama kedepan untuk bersama membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul", Pungkas Aditya.

Sekaitan dengan kerjasam ini Aditya pun mengungkapkan bahwa "Pengurus Kami dengan ruang lingkup yang terdiri dari Konselor dan fasilitator menyusui, Konselor dan Fasilitator memberi makan bayi dan anak akan memberikan Edukasi dan Motivasi serta konseling". Apabila ada masalah masalah dalam penanganan tersebut kami akan segera lakukan tindakan dengan memberikan edukasi terhadap Ibu menyusui serta Kader yang ingin jadi konselor sebagai tindakan preventif terhadap masalah masalah tersebut", Ungkap Aditya.

Harapannya apapun program dari Kami yang ada di bidang Stunting baik di bidang edukasi, konseling ataupun tindakan preventif itu bisa masuk dalam program program BKKBN ke depannya", Harapnya.

Penandatanganan Kesepakatan dilakukan oleh pihak BKKBN diwakili Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Tenny C Soriton dan dari pihak AIMI diwakili Ketua AIMI Kalimantan Barat, Aditya Gali Mustika serta disaksikan, Sekretaris dan Koordinator Bidang Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat dan Pengurus AIMI Kalimantan Barat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00