Kepong Bakol Pemkab Bersama Muhammadyah, Kemenag dan PA Kubu Raya Gelar Sidang Itsbath Nikah Massal

KBRN, Pontianak : Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) bekerjasama dengan Kementrian Agama dan Pengadilan Agama (PA) setempat menggelar sidang itsbath nikah yang diikuti 51 pasangan suami istri yang sudah menikah secara agama dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-109 yang berlangsung di aula kantor Camat Sungai Ambawang, Jum'at (15/10/2021) pagi. 

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menilai, itsbath nikah ini digelar merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga keluarga dan generasinya. Selain itu pemerintah Kubu Raya ini hadir juga sebagai bentuk tanggung jawab untuk menjamin keberlangsungan daripada hal-hal yang menyangkut pelayanan administrasi yang siap diakses oleh masyarakat kapan saja.

“Hari ini saya berterima kasih kepada semua pihak panitia, pimpinan Muhammadiyah Pontianak, pimpinan Aisyiyah, PA dan Kemenag Kubu Raya yang selama ini selalu mengawal dan membantu melayani dan semua ini merupakan bagian dari kita untuk menjalankan pesan-pesan merdeka”, kata Bupati Muda Mahendrawan saat menghadiri itsbat nikah massal.

Menurut Bupati, itsbath nikah ini juga merupakan hak warga negara untuk mendapatkan indentitas pernikahannya. Selain itu, Pemerintah Kubu Raya melalui Disdukcapil dan Dinas Kesehatan juga membuat suatu terobosan yang dimulai sejak tahun 2020, yang mana setiap ibu yang mengandung dan bayi yang baru lahir, secara otomatis akte kelahirannya langsung diberikan kepada orang tuanya.

“Sehingga orang tua anak yang dilahirkan pada saat itu tidak perlu repot datang ke Disdukcapil untuk membuat akte kelahiran anaknya, karena akte kelahiran anaknya itu sudah langsung dikirimkan ke kantor camat bersangkutan melalui bidan dan puskesmas. Alhamdulillah semua ini sudah banyak kita jalankan dan sebagian besarnya sangat membantu meringankan beban warga kita”, ujar bupati.

Bupati menyampaikan, pada saat anak itu dilahirkan, maka akte kelahiran merupakan suatu hal yang wajib diberikan dan bahkan langsung diberikan juga Kartu Keluarga (KK) baru yang sudah diisi dengan anak yang baru dilahirkan itu dengan menerbitkan Kartu Identitas Anak (KIA) nya. Program ini sejak tahun lalu sudah disepakti seluruh bidan, klinik, dan puskesmas yang ada di Kubu Raya.

“Tapi, masyarakat juga wajib mendaftarkan diri supaya kita tidak ada pembiaran terhadap anak-anak dan cucu kita. Dengan progam ini, Insya Allah akan membuat kita lebih tenang dan tentunya di masa tua kita nanti tentunya kita ingin bahagia, aman, tentram sehingga tidak menimbulkan pertikaian dan konflik karena warisan”, ucap Bupati .

Bupati menuturkan, dengan digelarnya it's bath nikah ini, dirinya mengharapkan kepada warga lainnya yang ingin melakukan itsbat nikah untuk segera mendaftarkan diri dan warga juga boleh mempunyai inisiatif sendiri dengan mendatangi kantor Pengadilan Agama untuk melakukan itsbath nikah dan ini jauh lebih baik.

“Kedepannya, pemerintah Kubu Raya berusaha mencari cara untuk membuka ruang supaya bisa terlayani setiap waktu di kantor pengadilan agama. Sehingga kedepannya kita bisa menyisir warga mana saja sudah mendaftar, sehingga pendaftaran itsbath nikah ini bisa dilakukan dengan online dan nanti saya akan berusaha mencarikan format terbaiknya”, kata bupati.    

Bupati mengharapkan kedepannya, Disdukcapil bersama Pengadilan Agama ikut mengawal program ini, sehingga nantinya ada yang bersifat di lapangan dan ada yang bersifat spontan. Karena pasti ada warga yang malu mengikuti itsbath nikah massal seperti ini dan ada juga yang ingin secara langsung secara pribadi datang untuk mendaftar. Untuk itu Bupati meminta kepada Kepala Disdukcapil Kubu Raya Nuramrini Mochtar untuk segera membuat format pendaftarannya.

"Karena tujuan dari itsbath nikah ini kan agar warga bisa mendaftarkan pernikahannya sehingga statusnya sah dimata negara. Langkah ini juga bertujuan agar masyarakat yang awalnya mungkin hak-haknya terbatas dan susah dalam mengurus urusan di pemerintah karena terkendala bisa jadi gampang terakses. Jadi saya harap yang hadir disini juga bisa membantu menyebarkan informasi ke warga lainnya terkait sidang isbat nikah ini," ajak Bupati Muda.

Sementara itu satu diantara Penyuluh Agama Kecamatan Sungai Ambawang Ahmad menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama Kantor Pengadilan Agama dan peserta itsbat nikah yang hadir hari ini yang telah membantu kami untuk menertibkan administrasi dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-109.

“Semoga kedepannya masyarakat yang ada di pedalaman Sungai Ambawang, saya akan berusaha memperjuangkan sekuat tenaga saya bersama penyuluh lainnya yang ada di desa. Selama ini yang terjadi di lapangan, masih banyak warga yang dokumen administrasi pernikahannya belum terdaftar, mereka yang belum terdaftar dan belum memiliki buku nikah itu ada yang sudah anak, cucu, dan bahkan sudah memiliki cicit”, katanya.

Dia mengatakan, dengan digelaranya sidang itsbat nikah massal ini, tentu sangat membantu dirinya sebagai penyuluh agama untuk mengurus dokumen pernikahan, agar kedepannya warga yang sudah menikah ini bisa lebih tenang, nyaman dan tentram di saat mereka sudah memasuki masa tuanya.

 “Sekali lagi saya ucapkan ribuan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan ini dan kedepannya Pemda Kubu Raya juga bisa membantu pihaknya, karena sampai saat ini masih banyak data yang mengantri dibelakang kami ini dan bahkan ada yang bersedia menjadi ketua panitia itsbath nikah”, tutupnya.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 51 pasangan suami istri yang sudah menikah secara agama ini dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama Kubu Raya Nahruji Sudiman, Ketua Pengadilan Agama Sungai Raya Ahmad Efendi, Camat Sungai Ambawang Satuki, Kepala Disdukcapil Kubu Raya Nurmarini Mochtar dan Jajaran Forkopimda.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00