Terima Bantuan APD, Bupati Muda : WVI Mitra Pemerintah Perkuat Inklusi, Perlindungan Anak dan Keluarga

KBRN, Pontianak : Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat kembali menerima bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Wahana Visi Indonesia (WVI) bagi tenaga kesehatan yang tersebar di 20 puskesmas di 9 kecamatan, mengingat bantuan serupa juga pernah diterima pada 5 Mei 2020.

Bantuan APD ini diserahkan langsung Manager WVI Kubu Raya David Pandapotan kepada bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, yang selanjutnya bupati Muda menyerahkan APD itu secara simbolis kepada Kepala Puskesmas Sungai Durian Eman Sulaiman dan Kepala Puskesmas Lingga Kecamatan Sungai Ambawang Yustina.

Manager WVI Kubu Raya David Pandapotan mengatakan, untuk bantuan APD yang diberikan kali ini bagi tenaga kesehatan cukup lengkap diantaranya Surgical Mask, Gown full body jumpsuit, Goggle, Herd Cover, Shoecover, Handscoon, Hand Sanitizer 5 liter, Thermogun, Pulse Oxymeter (monochrome) dan masker N95.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membantu pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19. Selain itu, ditetapkan Kubu Raya masuk dalam zona merah dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro, sehingga kami langsung merespon untuk bisa menyusun program dan membuat proposal”, kata David usai menyerahkan bantuan APD kepada Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan di halaman kantor bupati, Jum’at (24/9/2021) pagi.

Dia menuturkan, pihaknya bersyukur dalam hal ini mendapatkan donasi dari sejumlah donatur untuk bisa membantu pengadaan APD ini. Harapan kami, APD ini dapat dipergunakan oleh tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.

“Selain di Kubu Raya, WVI di tujuh kabupaten lainnya secara serentak juga menyerahkan bantuan serupa kepada masing-masing pemerintah daerah diantaranya, kabupaten sanggau, Sintang, Melawi, Sekadau, Sambas, Bengkayang dan kabupaten Landak”, ujarnya.

Di tempat yang sama Bupati Muda Mahendrawan mengapresiasi dan berterima kasih kepada WVI Kubu Raya yang punya itikad baik dengan berbagai aktivitas dan program yang telah banyak dilakukan di daerah ini satu diantaranya dengan memberikan bantuan APD bagi tenaga kesehatan di 20 Puskesmas.

“Kita bermitra untuk bersama-sama memperkuat perlindungan anak, isu inklusi, kesetaraan gender maupun perlindungan keluarga. Tentunya, dalam kondisi pandemi saat ini bentuk dari partisipasi dan kontribusi yang nyata ini merupakan sikap kerelaan untuk bersama-sama memperkuat dan kepung bakul untuk menghadapi pandemi Covid-19”, kata Bupati Muda.

Bupati menilai, selama ini kerjasama sudah lama berjalan, jadi WVI ini juga selama ini sudah berperan yang melakukan banyak program yang berbagai macam yang sifatnya juga langsung memperkuat ke desa-desa.

“Alhamdulillah, selama ini WVI juga sudah bermitra bersama desa-desa dan bantuan kali ini tentunya merupakan langkah-langkah melalui Dinas Kesehatan dan Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BP3KB). Kontribusi hari ini berupa penyerahan APD lengkap mulai dari baju APD, masker N95, hand sanitaizer, sarung tangan”, ucap bupati.

Menurut bupati Muda, semua yang terkait dengan upaya untuk lebih maksimal kita melakukan Testing, Tracing dan Treatment (3T), yang mana itu semua diperlukan langkah-langkah dan salah satu sarana untuk memperkuat pelindungan bagi tenaga kesehatan.

“Walaupun saat ini sudah zona kuning dan PPKM level dua, namun kita tidak euporia dan tetap ingatkan kalau semuanya harus terapkan protokol kesehatan, karena kita sudah hidup bersama Covid-19 ini, alangkah baiknya kita beradaptasi saja”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Marijan mengatakan, pihaknya akan secepatnya mendistribusikan bantuan APD kepada 20 Puskesmas yang tersebar di 9 kecamatan dan pendistribusian APD ini akan disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan dan banyaknya kasus Covid-19 dari masing-masing puskesmas.

“Semakin banyaknya kasus maka APD ini juga akan semakin cepat habis. Tentunya kami di Dinas Kesehatan mengucapkan terima kasih kepada WVI yang telah membantu kami dalam memenuhi kebutuhan APD bagi tenaga kesahatan di masing-masing puskesmas”, kata Marijan.

Marijan menjelaskan, sampai saat ini, kasus Covid-19 di Kubu Raya alami penurunan cukup signifikan, yang mana ada 53 orang yang sekarang mendapatkan perawatan baik yang isolasi mandiri maupun di rumah sakit.

“Dari 53 orang yang sedang dirawat ini, ada dinatranya dirawat di rumah sakit sedangkan 51 orang lainnya sedang menjalani isolasi mandiri. Alhamdulillah, meskipun saat ini Kubu Raya sudah berlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) namun belum ditemukan klaster sekolah”, ucap Marijan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00