Pontianak Rentan Tergenang Air, Walikota Maksimalkan Fungsi Drainase

KBRN, Pontianak : Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, sejak dulu Kota Pontianak rentan terendam air, sehingga ada program “Kota Tangguh Banjir” yang dijalankan Kementerian PUPR bersama Pemerintah Kota Pontianak

Menurut Edi penanganan banjir tidak hanya tanggung jawab pemerintah kota, karena ini terkait dengan daerah aliran sungai yang merupakan tanggungjawab pemerintah pusat

“Balai Besar Sungai Kapuas termasuk DAS. Itu kan dari pemerintah pusat, kementerian. Untuk primer PUPR Provinsi” katanya, Minggu (20/09/2021)

Menurut Edi persoalan parit termasuk sungai harus melibatkan wilayah di luar kota Pontianak karena air hujan turunnya tidak hanya di Kota Pontianak.

Edi menegaskan solusi jangka pendek kuncinya adalah, bagaimana memperlancar dan memaksimalkan fungsi parit/drainase supaya air yang tergenang cepat surut.

“Kalau air pasang, ya memang cepet masuk, tapi kalau surut, kita harapkan cepat surut” tegasnya.

Walikota menegaskan pemanasan global yang menyebabkan naiknya permukaan air laut maka tidak hanya kota Pontianak yang berpotensi terendam bahkan daerah di Indonesia bahkan bahkan negara lain ada pulau-pulau yang akan tenggelam sehingga ia mempunyai solusi jangka panjang misalnya dengan membuat tanggul seperti di Amsterdam, Belanda yang secara teknik Kota atau daerah di bawah permukaan laut tanggul raksasa dikendalikan dengan menggunakan pompa atau pintu air namun diakui Edi itu memerlukan biaya yang tidak sedikit bisa mencapai triliunan rupiah

“Itu solusi jangka Panjang yang permanen” ujarnya.

Edi menjelaskan saat ini pemkot mendapat bantuan dari World Bank untuk penanggulangan banjir. Menurut Edi, saat ini masih dalam proses perencanaan dan master plan termasuk sistem pengolahan air limbah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00