Tertibkan Truk Muatan Berlebihan

KBRN, Pontianak : Memperingati Pekan Keselamatan Jalan 2021 dan Hari Perhubungan Nasional ke-50, Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIV Provinsi Kalbar, mengungkapkan permasalahan Over Dimension and Over Load (ODOL) menjadi perhatian serius pihaknya.

Kepala BPTD Wilayah XIV Provinsi Kalbar, Syamsuddin mengaku masih banyak Pekerjaan Rumah yang harus diperbaiki, diantara tingginya angka kecelakaan, masih banyak truk-truk ODOL yang berkeliaran di jalan.

"Nah truk ODOL ini menjadi target kita. Dari sekarang ini sudah menjadi perhatian kita, saat ini kita terus mensosialisasikan. Tahun lalu, sudah ada perencanaan terkait masalah ODOL ini, dan semua stakeholder mendung hal tersebut,"ucapnya.

"Baik dari pemerintah, kepolisian, serta dinas-dinas terkait, agar di tahun 2023 tidak ada lagi truk-truk yang melebihi kapasitasnya,"sambungnya.

Terkait dilarangnya truk ODOL, ia mengungkapkan adanya resiko yang terjadi saat ini truk ODOL masih berkeliaran, diantaranya kerusakan jalan, serta kecelakaan yang ditimbulkan. "Hal inilah yang menjadi target pemerintah,"tandasnya.

Dalam rangka memeriahkan Pekan Keselamatan Jalan dan Hari Perhubungan Nasional ke-50, insan perhubungan Kalbar menggelar beberapa kegiatan dan perlombaan, diantaranya, lomba cerdas cermat tingkat SMA dari seluruh Kalbar, virtual fun bike, penanaman pohon, dan lomba video keselamatan.

"Ini semua dimaksudkan untuk memberikan pesan moral, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat semua umur, agar bisa mengurangi angka kecelakaan transportasi di jalan,"tandasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, Ignasius IK mengatakan apapun program nasional juga menjadi bagian dari program daerah, termasuk permasalahan Odol.

"Terkait persoalan angkutan, kecelakaan dan sebagainya juga menjadi bagian dari program Dinas Perhubungan Kalbar,"katanya.

 "Jadi kami saling berkolaborasi, baik dari pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota,"pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00