6 Calon PMI Warga Jawa Barat yang akan Dipekerjakan ke Malaysia Secara Ilegal Berhasil Diamankan UPT BP2 MI Pontianak

KBRN, Pontianak : Unit Pelaksana Teknis Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia – UPT BP2MI Pontianak, yang di backup Polsek Ambawang dan Anggota Ditkrimum Polda Kalbar, berhasil mengamakan enam orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) disebuah rumah penampungan di kawasan Kecamatan Ambawang Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Keenam orang calon PMI warga Provinsi Jawa Barat tersebut rencanannya akan diberangkatkan ke Sarawak Malaysia secara illegal melalui jalur tikus di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

Kepala UPT BP2MI AKBP Amingga M Primastito memnyatakan, pada Senin 13 September 2021, kami mendapat kabar pengaduan dari masyarakat terkait dengan berdirinya sebuah penampungan ilegal PMI yang berlokasi di daerah Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

“Menindaklanjuti adanya pengaduan ini, pada tanggal 14 September 20212, UPT BP2MI Pontianak bekerja sama dengan Polsek Ambawang melakukan pendalaman terkait kebenaran informasi mengenai pengiriman PMI secara ilegal. Mereka diketahui ada 6 orang yang berangkat dari Kalimantan Selatan,” jalas Amingga, Jumat, (17/09/2021).

Setelah yakin dengan informasi yang di dapat lanjut Amingga, tim gabungan pun langsung melakukan penggerebekan dan berhasil menemukan 6 orang warga Jawa Barat yang di duga sebagai CPMI disebuah rumah penampungan.

“Dalam penggerebekan tersebut saat dilakukan penggeledahan tim gabungan juga menemukan dan mengamankan sebanyak 13 buku paspor dan 1 buku nikah,” terang Amingga.

Dari keterangan CPMI tersebut, tambah Amingga, sebelumnya mereka sudah bekerja di sebuah perkebunan Kelapa Sawit di wilayah Kalimantan Selatan. Karena ada masalah dengan sistem gaji, mereka akhirnya tertarik dengan ajakan untuk bekerja di Malaysia.

“Karena untuk keperluan interogasi awal, keempat PMI yang dijanjikan akan bekerja di luar negeri tersebut kemudian diamankan beserta barang-barang pribadi mereka, seperti ponsel dan ransel dan ditampung di selter UPT BP2MI. Saat ini pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Subdit IV/PPA Ditreskrimum Polda Kalbar terkait dengan penanganan lebih lanjut,” tutup Amingga.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00