Bendera Merah Putih Sudah Ada Sejak Zaman Kerajaan? Ini Faktanya

KBRN, Pontianak : Semarak HUT RI ke 76 mulai terlihat. Sejumlah instansi pemerintah maupun swasta, telah memasang pernak-pernik khas memeriahkan hari jadi Republik Indonesia. 

Warna merah dan putih menjadi satu diantara ciri khas yang kerap menghiasi berbagai gedung perkantoran, jalan protokol sampai ke gang-gang kecil. 

Tahukah Anda, arti yang terkandung dalam pemilihan warna merah dan putih yang kemudian dijadikan warna bendera kebanggaan masyarakat Indonesia itu? 

Bendera Merah Putih merangkum nilai-nilai kepahlawanan, patriotisme, dan nasionalisme. Jika ditinjau dari segi sejarah Bendera Merah Putih, warna merah dan putih mengandung makna yang suci.

Sejak Kerajaan Majapahit berjaya di Nusantara, warna yang kerap digunakan dalam panji-panjinya ialah merah dan putih. Terkenal dengan sebutan umbul-umbul abang-putih (merah-putih). 

Dalam sejarah Bendera Merah Putih, dituliskan jejak Bendera Merah putih dikibarkan pertama kali di Kerajaan Kediri di masa Raja Jayakatwang. Kemudian tahun 1350 - 1389, bendera Merah Putih menjadi benda sakral yang digunakan setiap upacara hari kebesaran Raja Hayam Wuruk di Kerajaan Majapahit.

Pada abad ke-14, bendera Merah Putih juga dikibarkan di Minangkabau, di masa kekuasaan Raja Adityawarman. Pada 1613 – 1645, Sultan Agung, menggunakan Bendera Merah Putih sebagai pendorong kekuatan dan perlindungan bagi prajurit, saat Kerajaan Mataram melawan VOC di Batavia.

Sisimangaraja IX dari Batak juga menggunakan Bendera Merah Putih sebagai panji perang melawan Belanda. Tahun 1825 – 1830, Pangeran Diponegoro menggunakan Bendera Merah Putih sebagai panji perangnya untuk melawan Belanda dalam perang gerilya.

Artikel dikutip dari berbagai sumber. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00