Edi Kamtono Pastikan Lahan Pemakaman COVID-19 Masih Tersedia

KBRN, Pontianak : Kasus aktif COVID-19 di Kota Pontianak saat ini memang mengalami penurunan sebesar 25 persen jika dibandingkan dengan beberapa pekan yang lalu. Namun, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengaku peningkatan kasus harian yang sebelumnya sempat terjadi menimbulkan kekhawatiran soal lahan pemakaman.

Pasalnya meningkatnya jumlah kematian akibat COVID-19 yang perharinya bisa mencapai 5 sampai 10 orang yang meninggal  juga berpengaruh terhadap ketersediaan lahan pemakaman di wilayah Kota Pontianak. Kendati demikian Edi memastikan hingga kini lahan pemakaman jenazah pasien COVID-19 di Kota Pontianak masih cukup sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait ketersediaan lahan.

"Untuk pemakaman muslim InsyaAllah masih ada di beberapa titik lokasi, kalo untuk non muslim seperti Tionghoa ini mereka biasanya melakukan kremasi sehingga tidak memerlukan lahan yang luas sedangkan untuk yang lainnya tidak ada masalah," ujarnya, Kamis (28/7/2021).

Akan tetapi Edi menuturkan pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi jika kedepannya terjadi krisis lahan pemakaman dengan melibatkan yayasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Pontianak. Namun sejauh ini belum diperoleh informasi yang menyebutkan adanya yayasan pemakaman yang menolak penguburan jenazah.

Diakuinya sebelumnya Pemerintah Kota Pontianak berencana membuka lahan pemakaman baru sebagai alternatif untuk menambah ruang pemakaman yang saat ini sudah semakin padat mengingat tingginya angka kematian setiap tahunnya. Tetapi rencana tersebut terpaksa ditunda karena pandemi COVID-19 melanda.

"Kita sadar setiap tahunnya lahan pemakaman kian minim. Makanya kita sudah menyiapkan anggaran untuk penataan lahan pemakaman. Namun karena adanya refocusing dan realokasi anggaran penanganan COVID-19 kita harus menunda wacana itu," ungkapnya.

Oleh karena itu, Edi mengingatkan kepada masyarakat betapa pentingnya disiplin protokol kesehatan secara ketat dan melakukan vaksinasi untuk menciptakan antibodi guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19  sehingga angka kematian menurun. Pasalnya jika kasus COVID-19 terus bertambah dan penyebaran virus kian meluas, maka resiko kematian juga akan ikut meningkat sehingga otomatis hal tersebut akan berdampak pada berkurangnya lahan pemakaman di Kota Pontianak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00