FOKUS: #PPKM MIKRO

Pemilik Warkop Protes PPKM, Ini Jawaban DPRD Kabupaten Ketapang

KBRN, Pontianak : DPRD Kabupaten Ketapang menerima aspirasi pemilik warung kopi (Warkop) terkait peraturan PPKM Mikro di daerah itu. Perwakilan pemilik warkop menyampaikan sejumlah kejanggalan terkait aturan PPKM yang dinilai memberatkan mereka. 

Usai menerima aspirasi pemilik warkop,Ketua DPRD Kabupaten Ketapang Febriadi mengatakan, ada empat usulan yang disampaikan. Antara lan, pembatasan jam operasional pada malam hari dan meminta Satgas Covid-19 Ketapang untuk tidak tebang pilih dalam penerapan PPKM Mikro.

"Ada empat rekomendasi kepada pemerintah daerah atau satuan tugas Covid-19 Kabupaten Ketapang yang tentu saya juga ada didalamnya. Pertama, meminta kepada satgas Covid-19 Kabupaten Ketapang dalam melaksanakan tugas tidak tebang pilih atau tidak pilih kasih dalam menerapkan edaran Bupati Ketapang. Kedua, mengharapkan pelaksanaan tugas satgas Covid-19 Kabupaten Ketapang ini dalam melakukan tugas, melakukan pendekatan secara humanis dengan tidak melakukan hal-hal yang sifatnya anarkis. Ketiga, tentu kepada pelaku usaha juga direkomendasikan agar tetap melakukan prokes 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak didalam melakukan usaha sehari-hari. Terkahir kita merekomendasikan, kepada pemerintah daerah  dalam hal ini Satgas Covid Kabupaten Ketapang untuk melakukan rapat kerja tentang jadwal operasional usaha ini, agar bisa disesuaikan dengan zona kuning yang ada di kabupaten ketapang ini," katanya. 

Sementara itu, para pemilik warkop sangat mengapreasi dan mendukung saran dan masukan dari DPRD Ketapang, dengan permasalahan utama yaitu perpanjangan jam operasional warung kopi pada malam hari.

"Kami mengapresiasi dan mendukung adanya empat poin yang dicatat oleh pak DPR dengan poin utama adalah kelonggaran jam operasional, dan kami pun di dalam kedai akan terus menerapkan protokol kesehatan yang diarahkan oleh pak DPR akan adanya solusi kedua pihak," ujar Bowo. 

Laporan Kontributor RRI di Kabupaten Ketapang, M. Naufal

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00