Peran Aktif Warga Jadi Kunci Wujudkan Ekowisata Di TPA Batulayang

KBRN, Pontianak ; Pemerintah Kota Pontianak berencana menyulap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, menjadi kawasan ekowisata.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, dr. Saptiko menerangkan rencana pembangunan ekowisata itu bertujuan memperpanjang umur TPA sekaligus merestorasi ekosistem di kawasan tersebut. Sebab, TPA Batu Layang diprediksi segera penuh, lantaran volume sampah yang diproduksi di Kota Pontianak perharinya mencapai 400 ton.

”Kami berencana menjadikan TPA Batuan sebagai destinasi wisata baru, sehingga diharapkan TPA ini menjadi tempat yang menyenangkan bagi masyarakat,”ujarnya, Senin (14/6).

Namun, dikatakan Saptiko wacana membangun ekowisata TPA ini, tidak bisa hanya diserahkan pada DLH Kota Pontianak saja. Masyarakat juga perlu turut serta menyukseskan. Terutama dalam hal mengurangi sampah yang dikirim ke TPA.

Diharapkan masyarakat bisa memilah dan memilih sampah. Misalnya, yang bisa didaur ulang, dikelola, dan yang dikirim ke TPA. Dengan demikian, tidak semua sampah masuk TPA.

”Nantinya diharapkan hanya residunya yang dikirim ke TPA. Cara ini akan memperpanjang umur TPA agar tidak cepat penuh,” jelasnya.

Jika pembangunan ekowisata tidak melibatkan masyarakat sekitar, dikhawatirkan gagasan tersebut tidak sukses. Sebab, wisata memerlukan kesadaran masyarakat di sekitarnya. Pemahaman warga akan pentingnya wisata perlu ditingkatkan.

”Misalnya, TPA Batulayang jadi destinasi ekowisata, sementara masyarakat sekitar membuang sampahnya sembarangan. Ini berarti nilai kemanfaatan ekowisata TPA tersebut masih kabur,” paparnya.

”Saran saya, perlu kajian dengan menggandeng aktivis lingkungan, masyarakat setempat, tokoh agama atau tokoh masyarakat, aktivis peduli wisata, dan tentunya juga media,” pungkasnya. (Rizki Agata)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00