Pencairan THR ASN Kubu Raya Pertama di Kalbar, Sekda : Sisihkanlah Untuk Orang Tua dan Sanak Famili

KBRN, Kubu Raya : Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat Yusran Anizam mengatakan, pencairan Tunjungan Hari Raya(THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan pemerintah Kubu Raya sudah dicairkan Rabu (5/5/2021) kemarin. 

“Semua pencairan THR ini sudah kita transferkan ke 5.200 lebih ASN dan P3K di daerah ini dengan total jumlah anggaran sebesar Rp.24 miliar lebih. Tentunya dengan dicairkannya THR ini, harapannya baik daripak presiden maupun pemerintah, THR ini bukan hanya sekedar menambah penghasilan pegawai itu sendiri, namun juga diharapkan dengan THR ini bisa menjadi satu diantara penggerak ekonomi rumah tangga”, kata Sekda Kubu Raya Yusran Anizam di ruang kerjanya, Kamis (6/5/2021). 

Untuk itu Yusran berpesan kepada ASN dan P3K hendaknya bisa membelanjakan THR ini dengan efektif dan efesien serta bisa menyisihkannya untuk orang tua dan sanak familinya.

"Karena belum berakhirnya masa pandemi ini tentunya sektor ekonomi sangat berdampak sekali disetiap rumah tangga, makanya tidak salahnya jika rezki THR ini bisa dibagi untuk keluarga mereka masing-masing”, imbuhnya.

Yusran menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Direktorat Perbendaharaan, hingga saat ini baru kabupaten Kubu Raya, yang sudah mencairkan THR ASN nya, demikian Kubu Raya menjadi kabupaten pertama di Kalbar yang pencairan THR nya sudah dilakukan, sedangkan untuk kabupaten lainnya masih dalam proses pencairan.

"Tentunya kondisi ini bukan berarti kita ingin mendahului dari kabupaten lainnya, namun hal ini bagian dari kita untuk mempercepat prosesnya, karena menurut pemerintah pusat dana yang mengendap di kas daerah ini cukup besar”,ujarnya.

Untuk itu, Yusran melanjutkan, karena besarnya kas daerah yang mengendap dimasing-masing daerah ini, pemerintah pusat melalui Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong dana ini bisa secepatnya digulirkan. Dalam hal ini Bupati Muda Mahendrawan telah memerintahkan pihaknya untuk menindaklanjuti itu agar dilakukan percepatan.

“Alhamdulillah, arahan dari pak bupati ini sudah kita tindaklanjuti dengan melakukan percepatan sehingga dana tersebut bisa digulirkan untuk pemulihan ekonomi daerah”, ucapnya. 

Menyikapi adanya petisi ASN yang kecewa pencairan THR tidak dengan tunjungan kinerja (Tukin) Yusran menjelaskan, petisi itu hanya dilakukan ASN yang ada di pusat, agar mereka bisa menyampaikan langsung kekecewaan mereka kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Kondisi itu dikarena sebelumnya Sri Mulyani pada tahun 2020 lalu menyampaikan jika THR tahun 2021 ini akan dibayarkan full bersamaan dengan pembayaran Tukin.  

“Terkait Tukin dalam komponen THR itu, sudah menjadi keputusan pemerintah pusat. Alhamdulilllah, saya rasa untuk di Kubu Raya, tidak ada ASN yang menyampaikan keberatannya tekait hal ini. Namun untuk di Kubu Raya, pencairan THR ini bersamaan dengan pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Yang mana berdasarkan arahan dari pak bupati, untuk pencairan TPP di masa pandemi saat ini diberikan dengan full tanpa melihat indikator capaian kinerjanya", jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00