FOKUS: #PPKM MIKRO

Selain Antisipasi Mudik Lokal, Polres Sambas Juga Jaga Perbatasan Antar Negara

KBRN, Pontianak : Kapolres Sambas AKBP Robertus Bellariminus Herry Ananto Pratiknyo mengungkapkan setiap hari hampir seratusan orang pekerja migran Indonesia (PMI) pulang kampung melalui PLBN Aruk di Kabupaten Sambas. Jumlah ini diyakini akan terus bertambah menjelang Idul Fitri karena itu pengamanan pun diperketat.

“Bisa pulang jika mereka memang sudah tidak mendapat lagi pekerjaan di Malaysia. Setiap hari masih terjadi (pemulangan) rata-rata seratus orang perhari,” katanya, Kamis (06/05/2021).

Namun demikian, tidak semua pekerja migran itu bisa masuk ke Indonesia melalui PLBN Aruk. Ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi utamanya surat keterangan negatif Covid-19 dan harus menjalani karantina.

“Prosesnya, pekerja migran yang ingin pulang, harus mengikuti rapid tes antigen atau swap. Kemudian wajib seluruhnya melaksanakan karantina selama lima hari, di wisma nusantara, asrama haji dan diklat. Apabila tidak diketemukan hasil (negatif) mereka akan pulang mandiri disertai surat. Apabila hasilnya positif, mereka akan dirawat di rumah sakit rujukan,” jelas Robertus Bellariminus.

Sedangkan untuk menjalankan larangan mudik tahun ini, Kapolres Sambas menyatakan, jika sudah ada pembentukan posko bersama di beberapa lokasi. Di posko ini, nantinya akan diadakan tes rapid antigen bagi masyarakat yang ingin masuk ke Sambas.  

“Kami telah bersinergi dengan pemda dan TNI. Ada beberapa pos pelayanan dan pos terpadu. Penyekatan akan dilakukan di Kecamatan Selakau, ada 40 personil gabungan. Nantinya, akan secara acak mulai tanggal 6 sampai 17 melakukan rapid tes bagi warga yang ingin masuk ke wilayah Sambas,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00