Kepulauan Karimata Tetap Mendapat Jatah Pembangunan

KBRN - Pontianak ; Kecamatan Kepulauan Karimata, akan tetap mendapat jatah alokasi pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat. Hal ini disampaikan Bupati Kayong Utara, Citra Duani ketika menghadiri safari ramadhan pertama, Sabtu (17/4) kemarin di Desa Pelapis.

Selain pembanguna fisik, bupati juga memungkinkan peningkatan pembangunan sumberdaya manusia yang ada di Kepulauan ini. 

“Saya akan memberikan alokasi beasiswa ke perguruan tinggi bagi pelajar asal Kecamatan Kepulauan Karimata," jelasnya ketika memberikan sambutan di Masjid Dusun Jaya Tanjung Terong.

Saat ini diakui Bupati, Pemkab Kayong Utara telah melakukan kerjasama atau MOU dengan universitas OSO yang berada di Pontianak. Universitas yang dimiliki tokoh masyarakat asal Kayong Utara ini, telah menerima mahasiswa sejak tahun lalu. 

Untuk pembanguna fisik, Pulau Pelapis akan dibangun pabrik es dan pangkalan  BBM bersubsidi. Hal ini untuk memudahkan nelayan untuk mendapat dua kebutuhan dasar dalam mencari dan pengolahan  ikan.

"Saya punya cita-cita, ikan dari Kepulauan Karimata ini dapat kita ekspor lansung. Tidak lagi melewati Belitung, "terangnya.

Untuk melakukan ekspor ini, Pemkab Kayong Utara telah mendapat dukungan dari Bea cukai Ketapang dan stakeholder terkait seperti Pangkalan TNI angkatan laut.

Untuk nelayan agar mudah mendapatkan BBM bersubsidi, bupati meminta pemilik kapal yang belom melakukan pengukuran untuk segera mendaftarkan kapalnya ke dinas kelautan  agar cepat mendapatkan PAS kapal. "Pembuatan PAS kapal ini gratis bagi nelayan," jelasnya lagi.

Dalam Safari Ramadhan kali ini, bupati didampingi, Bung Tomo anggota DPRD Kayong Utara Daerah pemilihan Pulau Maya Karimata. Mas Yuliandi staff ahli bupati dan H Nazril Hijar Kepala Bagian kesejahteraan rakyat.

Selain bersilaturahmi dengan masyarakat, bupati juga memberikan bantuan untuk dua masjid yang ada di Desa Pelapis.

"Yang menjadi keinginan saya juga, agar pelapis memiliki pengolahan garam sendiri. Sehingga masyarakat mudah mengolah ikan," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00