Pendataan Keluarga Pontianak dan Singkawang, 100% Online

KBRN, Pontianak : Badan Kependudukan dan Keluargar Berencana Nasioanal (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat mencatat hingga hari ke-14 Pendataan Keluarga di Kalbar, data terbanyak yang masuk ke pusat yaitu Kabupaten Sambas, Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

“Kami bertekad dalam Pendataan Keluarga ini tidak ada yang tertinggal”, tegas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat Tenny Calveny Soriton, S.Sos., MM saat dialog Interaktif by Phone di RRI Pontianak, Rabu (14/4/2021).

 Tenny mengatakan dalam pendataan ini tidak ada istilah prioritas, hanya saja ada perlakuan-perlakuan khusus untuk dua kota yaitu Kota Pontaiank dan Kota Singkawang   yang dalam pendataan ini tidak menggunakan formulir tetapi 100% menggunakan HP atau Smart phone.

“Jadi mereka sudah dilatih untuk mendata menggunakan smart phone, jadi ada aplikasinya mereka sudah diajar bagaimana  pengisidan pendataan seperti surnei mereka isi data-data yang ada, jadi setelah dikunjungi   di data dia bisa langsung kirim’’, jelas Tenny.

Meskipun pendataan di Kota Pontianak dan Singkawang menggunakan smart phone, tetapi keder juga berkunjung ke rumah-rumah untuk mendapatkan data yang akurat dan valid, karena ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak ada dalam Kartu keluarga dan harus ditanyakan langsung dari suami atau isteri.

“Pendataan ini harus kita perbaharui setiap 5 tahun sekali, namum setiap tahun kita ada perbaikan data tetapi secara umum stiap 5 tahun sekali harus dilakukan pendataan penduduk  dan pertambahan keluarga tentunya kita data Kembali karena setiap daerah berbeda-beda”, ujarnya.

Kepala Perwakilan BKKBN provinsi kalbar ini menegaskan, di tahun 2021 ini ada pembaharuan data, jadi selain mengukur tingkat kebahagiaan keluarga, di tahun ini juga  pendataan untuk stunting.

“Jadi nanti di pendataan keluarga ini, kalau 2015 kita ada demografi, data Keluarge Bernecana, Pembangunan Keluarga dan tahun 2021 ini kita ada penambahan pendataan untuk stunting terhdap keluarga-keluarga yang anaknya  terpapar stunting, sehingga kita bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk bagaimana nanti di Posyndu itu digalakkan  sekaligus kita menjaring dan mengisi formulir untuk pendataan stunting, karena kita ketahui Kalimantan Barat angka stunting cukup tinggi 22,15% di atas nasional yang angkanya 20%’, tutur tenny.

Mengingat angka stunting Kalbar di atas nasional, maka  perlu penggarapan secara terus menerus dan BKKBN diberi tugas untuk menangani atau sebagai leading sector  stunting di tingkat nasional, sehingga dalam pendataan keluarga ini ditambahkan lagi dengan pendataan keluarga-keluarga yang terpapar stunting. (Hermanta).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00